Rabu 05 Apr 2023 08:28 WIB

Sadis, Begini Cara Dukun Pengganda Uang Habisi Nyawa Korbannya

Jumlah korban ada 12 jenazah yang sudah ditemukan.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas SAR gabungan membawa peti berisi jenazah korban pembunuhan berkedok penggandaan uang, untuk di makamkan di TPU Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara, Jateng, Selasa (4/4/2023). Sembilan jenazah korban pembunuhan tersebut dimakamkan di TPU Desa Balun usai dilakukan proses identifiikasi di RSUP Margono Purwokerto dan satu korban telah diserahkan ke pihak keluarga.
Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Petugas SAR gabungan membawa peti berisi jenazah korban pembunuhan berkedok penggandaan uang, untuk di makamkan di TPU Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara, Jateng, Selasa (4/4/2023). Sembilan jenazah korban pembunuhan tersebut dimakamkan di TPU Desa Balun usai dilakukan proses identifiikasi di RSUP Margono Purwokerto dan satu korban telah diserahkan ke pihak keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Pengakuan Tohari alias mbah Slamet (45), tersangka pembunuhan berencana berkedok dukun penggandaan uang di Banjarnegara, Jawa Tengah, cukup mencengangkan.

Untuk menghabisi nyawa para korbannya, ia hanya butuh waktu sekitar lima menit, dengan cara memberikan minuman yang telah dicampur racun jenis potasium.

Hal ini terungkap saat digelar konferensi pers perkembangan kasus pembunuhan berencana di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (4/4).

Saat ditanya bagaimana cara tersangka menghabisi para korbannya, Tohari menjawab cukup dengan memberikan minuman beracun tersebut.

Tersangka bahkan menyebut, hanya butuh waktu sekitar lima menit setelah minum para korbannya  akan mati tanpa sempat berkata apa-apa.

Setelah minuman yang telah dicampur potasium tersebut diminum langsung tidak bisa apa-apa, paling muntah sedikit dan sekitar lima menit kemudian meninggal dunia.

"Jadi mereka tidak sempat menanyakan itu minuman apa, karena memang potasium itu ajaib sekali," ungkap Tohari kepada Kapolres Banjarnegara.

Setelah benar-benar sudah tidak bernyawa, tersangka Tohari kemudian baru mengubur para korban di lokasi yang dalam beberapa hari terakhir digali dan  ditemukan para korban.

"Jadi saya kubur ketika korban memang benar-benar sudah meninggal dunia, kalau belum meninggal dunia saya belum menguburkannya," tambah Tohari.

Sementara itu, Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto menegaskan, saat ini merupakan hari ketiga pengungkapan kasus dugaan pembunuhan berencana ini.

Pada hari pertama, Ahad (2/4) ditemukan satu jenazah, pada Senin (3/4) ditemukan sembilan lagi jenazah, dan Selasa (4/4) ditemukan lagi dua jenazah.

Jadi jumlah korban total hingga hari ini ada 12 jenazah yang sudah ditemukan. Hal ini sekaligus membenarkan informasi yang berkembang di sejumlah media massa.

"Karena jumlah korban yang disebutkan ada yang tidak sesuai dengan apa yang kami temukan dalam penanganan dan pengembangan kasus ini," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement