Sabtu 25 Mar 2023 16:32 WIB

Flu Burung Sebabkan Ratusan Unggas di Kampar Mati

Virus Avian Influenza mati ketika dipanaskan pada suhu 80 derajat Celcius.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus Yulianto
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyuntikkan vaksin kombinasi ND+AI Inaktif ke seekor ayam sebagai antisipasi penyebaran flu burung,
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyuntikkan vaksin kombinasi ND+AI Inaktif ke seekor ayam sebagai antisipasi penyebaran flu burung,

REPUBLIKA.CO.ID, KAMPAR -- Kepala Bidang Kesehatan Hewan,  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Faralinda Sari, mengatakan, ratusan unggas mati di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar dipastikan terjangkit akibat flu burung.

Faralinda menyebut, pemeriksaan unggas mati di Kabupaten Kampar itu sudah keluar, dan hasilnya positif flu burung. "Tapi clade belum ada keluar hasil dari Laboratorium BVET Bukittinggi. Yang jelas memang sudah positif H5N1, itu sudah keluar hasilnya dan itu sudah cukup untuk sementara," kata Faralinda, Sabtu (25/3/2023).

Faralinda mengaku, belum menerima laporan kasus serupa selain di Kabupaten Kampar. Namun, dia meminta, peternak tetap waspada, terutama saat bersentuhan dengan unggas.

Ia juga mengimbau, kepada masyarakat agar segera melaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten/kota atau petugas Puskeswan setempat, jika ada kematian ayam yang tinggi.

Kemudian menjalankan biosekuriti di wilayah kandang, mulai dari pembatasan lalu lintas orang dari luar, menempatkan cairan desinfektan di wilayah masuk awal peternakan. 

Lalu penggantian baju setiap masuk dan keluar kandang dan langsung dicuci setiap harinya sampai dengan pembersihan kandang dan penyemprotan desinfektan yang berkala.

Faralinda menyarankan, ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar untuk membeli ayam, untuk menjaga kebersihan personal, dengan cara mencuci baju yang digunakan dari pasar, cuci tangan dan peralatan yang digunakan untuk menangani produk unggas dengan sabun.

"Jadi jangan khawatir untuk mengonsumsi ayam dan produknya, karena tidak menular melalui cara dikonsumsi," ujar Faralinda.

Menurut dia, yang perlu dikhawatirkan adalah sekresi/cairan/lendir atau kotoran dari ayam yang menempel pada produk unggas. Karena Virus Avian Influenza mati ketika dipanaskan pada suhu 80 derajat Celcius selama minimal 2-10 menit. Selama produk unggas dimasak secara sempurna, tidak perlu khawatir tertular.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan, sudah menerima surat edaran kewaspadaan terkait kasus flu burung dari Kementerian kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut menindaklanjuti adanya kasus flu burung pada manusia di Kamboja.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement