Senin 27 Feb 2023 14:54 WIB

Din Syamsuddin: Perilaku Berkemajuan Jadi Jalan Bangkitnya Islam

Din Syamsuddin menyampaikan pidato konferensi internasional di Aljazair.

Prof Din Syamsuddin saat menyampaikan pidato dalam konferensi internasional di Oran, Aljazair, Sabtu (25/2/2023).
Foto: DOK IST
Prof Din Syamsuddin saat menyampaikan pidato dalam konferensi internasional di Oran, Aljazair, Sabtu (25/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, ORAN -- Salah satu nilai yang penting untuk mewujudkan kebangkitan umat Islam adalah perbaikan perilaku kolektif. Hal itu disampaikan Prof Din Syamsuddin.

Ketua umum PP Muhammadiyah 2005-2010 tersebut menyampaikan pidato dalam pembukaan konferensi internasional bertajuk al-Suluk al-Hadhari, Wa'yun, Fi'lun, Ta'ayusy atau "Perilaku Berkemajuan antara Ajaran, Pengamalan dan Penerapan Bersama." Acara yang diprakarsai Majelis Islam Tinggi Aljazair tersebut berlangsung di Oran, Aljazair, Sabtu (25/2/2023).

Baca Juga

photo
Prof Din Syamsuddin saat menyampaikan pidato dalam konferensi internasional di Oran, Aljazair, Sabtu (25/2/2023). - (DOK IST)

Di hadapan sekira 600 hadirin, Din dan Dubes RI untuk Aljazair Chalief Akbar mewakili Indonesia. Para peserta berasal dari kalangan ulama dan cendekiawan Muslim mancanegara.

Menurut Din, tema konferensi itu penting dan tepat waktu saat ini. Sebab, masalah yang dialami umat Islam dewasa ini adalah adanya kesenjangan antara cita-cita dan fakta dalam membangun peradaban.

"Islam adalah agama peradaban (din al-hadharah), tetapi umat Islam belum tampil sebagai pemegang supremasi peradaban dunia, sebagaimana pernah terjadi pada abad-abad pertengahan. Maka, sangat penting dan mendesak bagi Dunia Islam untuk merancang kembali strategi peradaban," ujar profesor Politik Islam Global UIN Syarif Hidayatullah ini, seperti dikutip Republika dari keterangan tertulis, Senin (27/2/2023).

Lebih lanjut, ketua Poros Dunia Wasathiyyah Islam itu menekankan, perilaku berkemajuan (al-suluk al-hadhari) di kalangan umat harus menjadi orientasi kesadaran dan kehidupan bersama. Perilaku Berkemajuan perlu ditampilkan kaum Muslimin dengan mengambil bentuk jalan tengah agar dapat mengatasi kerusakan dunia akibat pemikiran ekstrem dan liberalisme, baik pada bidang politik, ekonomi, maupun budaya.

"Perilaku Berkemajuan perlu mementingkan kerja untuk  produktivitas, kedisiplinan, penghargaan akan waktu, dan hidup efisien-efektif," ucap dia.

 

Tampil pada pembukaan konferensi ini antara lain adalah Mufti Mesir Syekh Syauqi Ibrahim, mantan mufti Bosnia Syekh Mustofa Cheric, dan Ketua Majelis Islam Tinggi Aljazair Syekh Bou Abdullah Ghulamullah.

Konferensi tiga hari itu berlangsung di Auditorium Masjid Agung Oran, kota terbesar kedua di sebelah barat Aljazair.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement