Selasa 21 Feb 2023 20:45 WIB

Pesan Gibran Antisipasi Pembukaan Masjid Sheikh Zayed Tetap Kondusif

Pembukaan Masjid Sheikh Zayed dijadwalkan pada 28 Februari mendatang.

Rep: c02/ Red: Muhammad Hafil
Foto suasana Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, Jawa Tengah, Senin (14/11/2022). Masjid hadiah dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed Al-Nahyan kepada Presiden Joko Widodo tersebut sebagai simbol persahabatan kedua negara sekaligus diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi baru di Kota Solo.
Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Foto suasana Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo, Jawa Tengah, Senin (14/11/2022). Masjid hadiah dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed Al-Nahyan kepada Presiden Joko Widodo tersebut sebagai simbol persahabatan kedua negara sekaligus diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi baru di Kota Solo.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO–Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat jelang pembukaan Masjid Raya Sheikh Zayed yang direncanakan akan berlangsung pada 28 Februari mendatang yang bertepatan dengan perayaan isra' mi'raj.  

"Iya, saya menghimbau warga mengunjungi masjid untuk bisa tertib dan kita rawat bersama-sama lah ya," kata Gibran ketika ditemui di balaikota Solo, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga

Ketika ditanya antisipasi agar anak-anak tidak berenang di areal kolam masjid, Gibran mengatakan sudah ada petugas yang memberikan arahan. "(Nanti malah buat renang?) Ya jangan, Nanti di sana ada petugas-petugas yang mengarahkan lah ya, jadi ga bisa yang namanya bawa tiker, kloso. Gelar tiker makan di taman-taman apa lagi renang, sampah-sampah dijaga. Makanya ini ada simulasi, dari sekarang," katanya.

Gibran mengatakan bahwa setelah pembukaan masjid hadiah untuk presiden Joko Widodo (Jokowi) dari UEA tersebut akan berjalan sebagaimana mestinya. "Habis buka wis rutin lima waktu kayak masjid-masjid biasa yang lain," katanya.

 

Disinggung apakah ada pembatasan kuota jamaah, Gibran mengaku belum mengetahuinya. "Belum tahu, nanti tunggu hasil rapat ya," katanya.

Sebelumnya, Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat mengatakan simulasi dilakukan selama pekan ini dengan mengundang sejumlah komunitas. Beberapa hal yang disimulasikan di antaranya pengaturan pengunjung, jamaah sholat, penataan saf sholat, penanganan ketika ada pengunjung yang sakit, hingga hal yang harus dilakukan jika terjadi hujan. Selain itu, simulasi juga menyentuh parkir kendaraan dan pengaturan kendaraan yang masuk maupun keluar kawasan masjid.

"Jadi kalau ada pengunjung yang sakit seperti apa, jika hujan bagaimana. Kami simulasikan biar orang nyaman ketika datang," katanya, Selasa (21/2/2023).

Pihaknya mengatakan selama simulasi tersebut imam akan didatangkan dari Uni Emirat Arab. Bahkan, imam-imam yang akan mengisi selama bulan Ramadhan juga sudah datang.

"Nanti saat simulasi ini kami akan cek kesiapan pengurus, layanan kebersihan, hingga keamanan," pungkasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement