Selasa 20 Dec 2022 16:00 WIB

Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Dua Jenazah Tertimbun Longsor Cianjur

Kedua jenazah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Dua Jenazah Tertimbun Longsor Cianjur
Foto: Republika/Thoudy Badai
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Tim SAR Gabungan Kembali Temukan Dua Jenazah Tertimbun Longsor Cianjur

IHRAM.CO.ID, CIANJUR -- Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban longsor di titik pencarian Sate Sinta-Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kedua jenazah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Kasubsi Humas Polres Cianjur Ipda Nanang Sunarya mengatakan dua jenazah yang ditemukan itu langsung dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan identifikasi. Keduanya ditemukan saat alat berat melakukan penggalian tanah dan menemukan jenazah pria.

Baca Juga

"Tidak jauh dari jenazah pertama ditemukan, petugas kembali menemukan jenazah perempuan, sehingga dalam dua hari ini, sudah tiga jenazah yang ditemukan. Pencarian hari terakhir akan terus dimaksimalkan sampai ditemukan lima jenazah lainnya," kata Nanang, Selasa (20/12/2022).

Nanang menjelaskan, hingga hari terakhir batas pencarian, ia masih menggunakan alat berat guna memudahkan petugas melakukan pencarian di titik yang diduga lokasi korban tertimbun. Pihak keluarga yang ikut memantau pencarian berharap jasad korban dapat ditemukan seluruhnya.

"Kita identifikasi, dicocokkan dengan ciri-ciri dari korban hilang dan tes DNA dengan sampel dari anggota keluarga korban yang melaporkan kehilangan. Tim SAR gabungan akan memaksimalkan proses pencarian di hari terakhir tanggap darurat bencana ini," katanya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi satu jenazah korban longsor yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo, dalam kondisi tidak utuh atas nama Sahroni (24 tahun) warga Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang.

Jenazah laki-laki tersebut berhasil diidentifikasi berdasarkan sidik jari, tanda medis, medis gigi dan properti, sehingga jumlah korban yang berhasil diidentifikasi bertambah menjadi 159 jenazah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement