Kamis 08 Sep 2022 13:52 WIB

Bocah Buleleng Punya Mata Biru Langka, Ini Penjelasan Dokter

Mata biru yang dimiliki Ketut Adi viral dibahas di media sosial.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Bocah asal Buleleng, Bali, bernama Ketut Adi (9) memiliki mata biru yang langka. Dokter mata pun menjelaskan tentang kondisi tersbeut. (ilustrasi)
Foto: Tangkapan layar video akun @realitabali/Insta
Bocah asal Buleleng, Bali, bernama Ketut Adi (9) memiliki mata biru yang langka. Dokter mata pun menjelaskan tentang kondisi tersbeut. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Dokter RS Mata Bali Mandara dr Novita Rismawati, memberikan penjelasan mengenai kondisi mata biru yang langka dan dimiliki oleh bocah asal Buleleng bernama Ketut Adi (9). Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan Heterokromia Iridium, dapat menjadi bagian dari kondisi genetik.

"Irisnya saja yang berubah dan memang kebanyakan adalah karena genetik atau keturunan," kata dr Novita di Denpasar, Kamis (8/9/2022).

Baca Juga

Sebelumnya, Ketut Adi ramai dibahas di media sosial lantaran memiliki keunikan karena matanya berwarna biru terang. Warna tersebut berbeda dengan mata orang Indonesia dan cenderung dimiliki keturunan Eropa.

Pada bagian iris di kedua matanya berwarna biru, kondisi ini hampir serupa dengan ayahnya. Ayah dari anak laki-laki kelas 3 di SDN 1 Kenderan, Buleleng itu juga memiliki mata biru, namun hanya pada mata bagian kiri, pun juga warnanya tak seterang Ketut Adi.

"Kalau yang seperti ini saya rasa karena keturunan, karena saya tidak cek langsung. Perubahan warna iris ini ada juga yang sakit lain tapi harus dicek lagi semuanya. Jadi, harus dikomparasi apa memang murni mata saja atau yang lainnya," ujar dr Novita.

Mengenai kondisi Heterokromia Iridium, dokter RS Mata Bali Mandara tersebut mengatakan tak ada hal yang membahayakan selain beresiko silau ketika melihat sinar matahari. "Kalau dia murni umumnya tidak ada gangguan penglihatan, jadi hanya warna saja. Tapi memang ada beberapa yang lebih rentan dengan sinar matahari dan cepat merasa silau. Rata-rata memang begitu, ada juga yang bawaan, tidak ada masalah bisa beraktivitas biasa dan mungkin sudah terbiasa," ujar dr Novita kepada media.

Untuk kondisi serupa, dr Novita mengaku baru pertama kali mendapati ini di Bali. Sebelumnya, temuan iris mata biru yang murni disebut pernah ada di Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, di Minangkabau Sumatra Barat juga pernah ditemukan kondisi mata biru, namun disebabkan oleh Sindrom Waardenburg. "Sindrom Waardenburg itu ada gangguan lain. Sindrom itu adalah kumpulan, makanya harus dicek lagi. Tapi kalau seandainya sindrom itu ada, selain matanya dia harus dicek yang lain. Biasanya ada gangguan pendengaran atau kadang tipe yang berat itu motoriknya ada yang bermasalah," ujarnya.

Namun dari yang dia ketahui, dalam kasus mata biru yang dimiliki bocah asal Banjar Dinas Delod Peken, Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, itu, tidak ada masalah, karena kehidupan sehari-harinya berlangsung normal. "Mungkin orang ini memang ada pembawa dari gen. Dia tetap akan begitu, kehidupannya seperti biasa," kata dr Novita.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement