Rabu 04 May 2022 18:25 WIB

Kapolda Jateng Minta Penyebab Kebakaran Puluhan Kapal di Cilacap Diungkap

Kebakaran kapal yang terjadi di Cilacap ini tersebar di sejumlah titik.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Petugas pemadam kebakaran dan basarnas tengah memadamkan api dari ledakan kapal di dermaga Wijayapura, Cilacap.
Foto: (Dok. Basarnas)
Petugas pemadam kebakaran dan basarnas tengah memadamkan api dari ledakan kapal di dermaga Wijayapura, Cilacap.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta jajarannya untuk mengungkap dengan tuntas penyebab kebakaran 50 kapal Cilacap, Kabupaten Cilapcap, Jawa Tengah pada Selasa (3/5).

Permintaan ini disampaikan oleh kapolda usai meninjau lokasi kebakaran kapal di dermaga Pelabuhan Wijayapura Cilacap sekaligus untuk memastikan penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, Rabu (4/5).

Menurut Kapolda, berdasarkan penjelasan yang diterimanya, peristiwa kebakaran yang menghanguskan 44 kapal dan satu buah kapal tug boat ini juga mengakibatkan seorang montir -yang pada saat kejadian tengah bekerja- mengalami luka bakar hingga 25 persen.

"Awal mula kebakaran diduga dipicu oleh percikan api, dari aktivitas salah satu anak buah kapal (ABK) di lokasi,' jelas Ahmad Luthfi, saat memeberikan keterangan, usai melakukan peninjauan di Cilacap.

Kebakaran kapal yang terjadi di Cilacap ini, lanjut Kapolda, tersebar di sejumlah titik, meliputi pelabuhan Batre, dermaga Wijayapura serta dermaga Pelindo VI Cilacap. Hal itus disebabkan oleh kapal- kapal yang terbakar sempat terbawa arus dan membakar kapal yang lain tengah bersandar.

Sehingga ada beberapa lokasi kejadian meskipun masih di dalam kawasan yang berdekatan. "Setidaknya ada empat ttik lokasi, karena kapal yang terbakar sempat hanyut terbawa ombak dan arus sehingga membakar kapal lain di kawasan dermaga," jelasnya.

Untuk upaya penyelidikan ssebab terjadinya kebakaran, kapolda telah menurunkan Bidlabfor Polda Jawa Tengah guna melakukan olah TKP serta penyelidikan lebih lanjut. Karena itu, nanti tim dari labfor yang akan memastikan penyebabnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement