Selasa 15 Jun 2021 14:08 WIB

Erdogan: Perbatasan Turki adalah Perbatasan NATO

Menurut presiden, Turki tidak mendapatkan dukungan yang diharapkan dari sekutu

Red: Nur Aini
Presiden Turki pada Senin (14/6) mengatakan Turki tidak mendapatkan dukungan dan solidaritas yang diharapkan dari sekutu dan mitranya dalam memerangi terorisme.
Presiden Turki pada Senin (14/6) mengatakan Turki tidak mendapatkan dukungan dan solidaritas yang diharapkan dari sekutu dan mitranya dalam memerangi terorisme.

 

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki pada Senin (14/6) mengatakan Turki tidak mendapatkan dukungan dan solidaritas yang diharapkan dari sekutu dan mitranya dalam memerangi terorisme.

Baca Juga

Dalam pesan video kepada panel di KTT NATO, Recep Tayyip Erdogan mengatakan terorisme saat ini adalah salah satu penghalang untuk pembentukan stabilitas.

“Turki berada di urutan pertama dalam perang melawan terorisme di semua platform internasional yang relevan khususnya NATO,” ungkap dia.

Erdogan mengatakan Turki terlibat dalam pertempuran sengit baik di dalam maupun di luar perbatasannya melawan banyak organisasi teroris.

"Kami tetap menjadi satu-satunya sekutu NATO yang terlibat dalam pertempuran jarak dekat dengan Daesh/ISIS, dengan anak-anak kami menjadi martir di usia yang begitu muda," ujar dia.

Sayangnya, kata dia, Turki tidak mendapatkan dukungan dan solidaritas yang diharapkan dari sekutu dan mitra dalam memerangi terorisme.

"Perbatasan Turki adalah perbatasan NATO," kata dia.

Erdogan juga mengatakan perkembangan teknologi, tekanan demografis, perubahan iklim, terorisme, migrasi tidak teratur dan pandemi Covid-19 menjadi tantangan baru bagi dunia.

"Situasi ini pasti mempengaruhi persepsi kami tentang keamanan dan stabilitas, yang mengharuskan kami untuk mendekati masalah ini secara holistik," imbuh dia.

Menurut Erdogan, Turki melakukan tugasnya sebagai sekutu yang dapat diandalkan di kawasan dan sekitarnya.

"Kami memimpin dan berkontribusi pada semua inisiatif yang bertujuan untuk membangun stabilitas, dari Irak hingga Afghanistan, dari Kaukasus hingga Balkan, dari Laut Hitam hingga Mediterania dan Afrika," kata sang presiden.

Erdogan mengatakan Turki mempertimbangkan hukum internasional, keadilan, kesetaraan serta menghormati hak dan kepentingan timbal balik dalam interaksi dengan tetangganya.

"Saya percaya bahwa revitalisasi saluran dialog antara kami dan tetangga dan sekutu kami, Yunani, memberikan stabilitas dan kemakmuran kawasan serta penyelesaian masalah bilateral," tambah dia.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/erdogan-perbatasan-turki-adalah-perbatasan-nato/2274146
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement