Ahad 06 Jun 2021 06:08 WIB

Masjid Fargo Amerika Vaksinasi Gratis Bagi Komunitas Muslim

Vaksinasi komunitas Muslm di Masjid Farga gunakan sejumlah jenis vaksin

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Vaksinasi komunitas Muslm di Masjid Farga gunakan sejumlah jenis vaksin. Vaksin Covid 19 (ilustrasi)
Foto: Flickr
Vaksinasi komunitas Muslm di Masjid Farga gunakan sejumlah jenis vaksin. Vaksin Covid 19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, FARGO – Masjid kota Fargo di Dakota Utara, Amerika Serikat menjadi tempat bagi banyak Muslim untuk memperoleh vaksin Covid-19 pada Jumat lalu. 

Seperti dilansir inforum pada Ahad (6/5) berbagai jenis vaksin diberikan secara gratis kepada Jamaah Masjid Masyarakat Islam Fargo yang tepatnya berlokasi di 601 28th StS, termasuk vaksin yang diberikan adalah jenis Pfizer bagi remaja berusia 12 tahun ke atas.

Baca Juga

Pemberian vaksin gratis tersebut diselenggarakan Pusat Penelitian dan Pendidikan Imunisasi, Universitas Negeri Dakota Utara (CIRE). yang bekerjasama dengan Departemen Kesehatan negara bagian. 

Direktur CIRE, Profesor Paul Carson, berharap ada banyak pihak lain yang bisa melakukan hal serupa. "Bagi saya ini seperti contoh apa yang dilakukan oleh komunitas agama," kata Carson.  

 

Ada lebih dari 60 dosis vaksin yang tersedia sejak pukul 1 siang hingga 4 sore. Sebanyak 6000 orang menjadi peserta vaksinasi tersebut. Mochtar Diop adalah salah satu peserta vaksinasi yang rela mengantre. 

Diop mengaku sempat enggan untuk divaksin pada awalnya, namun ia berubah pikiran setelah mencari tahu tentang vaksinasi ketika dirinya mengalami demam parah dan kehilangan rasa dan penciuman. 

"Saya berjanji pada diri saya bahwa saya akan mengambilnya (mengikuti vaksinasi)  segera setelah saya sembuh, inilah saya," kata Diop. 

Soliman adalah seorang dokter di Mesir yang datang ke Fargo musim panas ini untuk mengejar gelar masternya di bidang kesehatan masyarakat di NDSU. Karena dia Muslim dan dapat berbicara bahasa Arab, dia merasa cocok untuk membantu mengurangi masalah vaksinasi pada populasi itu. Carson mengatakan hambatan bahasa mungkin sebagian yang harus selesaikan. 

“Saya tidak tahu bahwa kami telah melakukan pekerjaan terbaik dengan melibatkan para pemimpin komunitas mereka untuk membantu membuat hal ini dapat dipahami, pentingnya hal itu,” kata Carson. 

Carson mengatakan meskipun kasus Covid-19 secara keseluruhan telah menurun di seluruh negeri dan di Dakota Utara, namun kasusnya masih menyebar dengan mudah di antara populasi yang tidak divaksinasi. 

Kelompok NDSU dan pejabat kesehatan negara bagian akan kembali memberikan vaksin dosis kedua di masjid pada 25 Juni.“Ini melebihi harapan dan harapan kami,” katanya.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement