Senin 22 Jun 2020 07:20 WIB

New Normal di Saudi, 37 Orang Meninggal Akibat Covid-19

Penduduk diminta mematuhi protokol kesehatan guna melawan virus mematikan tersebut

Rep: mabruroh/ Red: Hiru Muhammad
Suasana pelaksanan sholat shubuh di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Ahad (31/5). Sholat ini adalah yang pertama kalinya dibuka untuk masyarakat umum setelah tiga bulan masjid ini ditutup. Namun, pelaksanaan sholat masih menerapkan protokol kesehatan penanggulangan covid-19.
Foto: @HaramainInfo
Suasana pelaksanan sholat shubuh di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Ahad (31/5). Sholat ini adalah yang pertama kalinya dibuka untuk masyarakat umum setelah tiga bulan masjid ini ditutup. Namun, pelaksanaan sholat masih menerapkan protokol kesehatan penanggulangan covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Sebanyak 37 orang di Saudi meninggal akibat virus corona pada Ahad (21/6). Penambahan korban meninggal ini menjadikan jumlah kematian akibat pandemi sebanyak 1.267 orang di Kerajaan. 

Dilansir dari Arab News pada Senin (22/6), Arab Saudi telah menapaki new normal hari kedua. Adapun jumlah kasus positif di Arab Saudi sebanyak 3.379 kasus sejak diberlakukannya new normal pada Ahad kemarin.

Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan pulih dari Covid-19 sebanyak 2.213 orang. Sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 101.130 orang.

Kementerian Kesehatan Srab Saudi dalam siaran pers pada Ahad (21/6) mengingatkan untuk selalu berhati-hati saat kembali kekehidupan normal di tengah Pandemi Covid-19. Kementerian juga mengatakan agar penduduk dapat mengikuti protokol kesehatan dengan terus menjaga jarak sosial untuk melawan penyebaran virus mematikan tersebut.

Kementerian sebelumnya juga mengatakan bahwa menuju fase ketiga new normal ini, bukan berarti bebas dari bahaya virus. Karena faktanya, virus masih tetap ada.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi setempat juga menyatakan umrah dan penerbangan internasional masih tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Selain itu perbatasan darat dan laut Saudi juga masih tetap ditutup. "Kami meminta semua warga dan penduduk untuk mengunduh aplikasi Tabaud dan Tawakkalna untuk menerima instruksi kesehatan terbaru tentang virus Corona," ujar Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement