Selasa 11 Feb 2020 17:16 WIB

Museum Rasulullah Indonesia Manfaatkan Kecerdasan Buatan

Museum Rasulullah akan memaparkan sejarah terkait Islam.

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ani Nursalikah
Museum Rasulullah Indonesia Manfaatkan Kecerdasan Buatan. Panitia Pembangunan Museum Rasulullah SAW bersama Pengurus Yayasan Wakaf Assalam, menyaksikan pemutaran video lokasi dan desain museum Rasulullah SAW di Jakarta.
Foto: Dok DMI
Museum Rasulullah Indonesia Manfaatkan Kecerdasan Buatan. Panitia Pembangunan Museum Rasulullah SAW bersama Pengurus Yayasan Wakaf Assalam, menyaksikan pemutaran video lokasi dan desain museum Rasulullah SAW di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Museum Sejarah Nabi dan Peradaban Islam atau Museum Rasulullah di Indonesia akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam mempresentasikan kontennya. Museum itu akan memaparkan sejarah terkait Islam, khususnya keteladanan Rasulullah SAW.

"Ada berbentuk hologram, ada yang berbentuk maket, semua dalam bentuk digital. Jadi tidak banyak model arterfak, semuanya dimasukkan dalam hologram jadi bisa disaksikan," ujar Wakil Ketua Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) sekaligus Panitia Pembangunan Museum Rasulullah, Syafruddin saat berbincang dengan Republika.co.id di Kantor Pimpinan Pusat DMI, Jakarta, Selasa (11/2).

Baca Juga

Konten atau isi yang akan ditampilkan di museum tersebut seluruhnya akan bersumber dari saripati Alquran dan hadis yang shahih. Bahkan, menurut dia, museum itu akan menampilkan seluruh peninggalan Rasulullah SAW di seluruh dunia.

"Bayangkan, peninggalan Rasulullah di seluruh dunia itu dikumpulkan, itu yang akan dipamerkan. Jadi ada semua yang bersinggungan dengan Rasulullah akan dipamerkan," ucap Syafruddin yang juga didaulat menjadi ketua museum.

Syafruddin menjelaskan, pembangunan ini diprakarsai oleh panitia yang terdiri dari tiga unsur utama, yakni Yayasan Waqaf Assalam, Liga Muslim Dunia, dan DMI sebagai representasi dari Indonesia. Tim dari kepanitiaan akan hadir di Indonesia pada 18 Februari 2020 untuk melakukan peninjauan lokasi hingga penentuan lokasi pada 19 atau 20 Februari 2020.

Sejauh ini, ada empat tempat yang dijadikan pilihan untuk lokasi museum. Lokasi pertama adalah di kawasan Cimanggis, Depok, tepatnya di Kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang sedang dalam proses pembangunan.

Kemudian, lokasi kedua yang menjadi alternatif adalah di Al Markaz Al Islami, Makassar. Pilihan lokasi ketiga adalah di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Lalu alternatif lokasi pilihan keempat adalah di Jakarta, Ancol.

Meski DMI menjadi representasi Indonesia dalam tiga institusi utama pemrakarasa pembangunan Museum Rasulullah, di Indonesia pembangunan Museum Rasulullah akan melibatkan berbagai organisasi masyarakat Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, dan organisasi lain. Bahkan, sejumlah media massa pun dilibatkan dalam kepanitiaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement