Kamis 21 Nov 2019 17:31 WIB

Kisah Sufi Perempuan yang Ingin Membakar Surga dengan Obor

Sufi perempuan tersebut adalah Rabiah al-Adawiyah.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah
Muslimah sedang berdoa (ilustrasi)
Foto: Antara/Saptono
Muslimah sedang berdoa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nama Rabiah al-Adawiyah dalam jagad tasawuf cukup melegenda. Dia digelari syahidat al-isyq al-ilahi, Sang Saksi Kerinduan Ilahi.

Keikhlasannya beribadah banyak dinukilkan di berbagai kitab tasawuf. Rabiah dikenal dengan keikhlasannya dalam beribadah hingga tak ada lagi di relung hatinya untuk takut terhadap neraka ataupun mengharap surga.

Baca Juga

Kecintaan Rabiatul Adawiyah kepada Allah SWT membuatnya kian dekat dari waktu ke waktu. Dikisahkan bahwa suatu siang Rabiah al-Adawiyah tengah berjalan di Kota Baghdad sambil menenteng air dan memegangi obor di tangan kirinya. Seseorang pun bertanya kepada beliau hendak dikemanakan air dan obor tersebut? 

Rabiah al-Adawiyah pun menjawab: “Aku hendak membakar surga dengan obor dan memadamkan neraka dengan air ini. Agar orang tidak lagi mengharapkan surga dan menakutkan neraka dalam ibadahnya.”

Keikhlasan ibadah Rabiah al-Adawiyah merupakan bukti bahwa jiwanya tenang dan nyaman. Tak ada yang perlu ditakutkan dan tak ada yang perlu dirisaukan atas imbalan-imbalan ibadah yang dilakukan. Mencintai Allah baginya adalah dengan mencintai Sang Mahasegalanya. Menjalankan perintahNya dan terus mendekat kepadaNya.

Allah berfirman dalam Alquran surah ar-Ra’d ayat 28-29 berbunyi: “Aladzina amanu wa tathma’innu qulubuhum ala bidzikrillahi tathmainnul-qulub. Aladzina amanu wa amilus-shalihati thuba lahum wa husnu ma'ab,”.

Yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya mengingat Allah hati menjadi tentram. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, mereka mendapatkan kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” 

Mereguk hikmah keikhlasan ibadah Rabiah al-Adawiyah memang terlihat berat bagi hamba seperti kita. Meski masih takut akan neraka dan mengharap surga, keikhlasan ibadah yang dilakukan Sang Sufi tersebut layak menjadi teladan seluruh umat Muslim di dunia atas ibadah-ibadah yang dilakukan.  

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement