Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Bangun Kebersamaan di Character Learning Weeks SDIT Auliya

Ahad 17 Nov 2019 14:09 WIB

Red: Gita Amanda

Acara puncak protam (Program Utama) kelas 2 SDIT Auliya bertemakan “Character Learning Weeks“ di Ruang Auditorium gedung Ali bin Abi Thalib Sekolah Islam Auliya, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (16/11).

Acara puncak protam (Program Utama) kelas 2 SDIT Auliya bertemakan “Character Learning Weeks“ di Ruang Auditorium gedung Ali bin Abi Thalib Sekolah Islam Auliya, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (16/11).

Foto: SDIT Auliya
Penanaman karakter yang santun dan Islami akan lebih mudah bila diajarkan sejak dini.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Penanaman karakter yang santun dan Islami akan lebih mudah bila diajarkan sejak usia dini. Sebagai landasan yang kuat dan kokoh, karakter yang dibentuk di lingkungan sekolah akan lebih berdampak dengan berkolaborasi dengan orang tua di rumah.

Oleh karenanya SDIT Auliya menggelar acara puncak protam (Program Utama) kelas 2 SDIT Auliya bertemakan “Character Learning Weeks“ di Ruang Auditorium gedung Ali bin Abi Thalib Sekolah Islam Auliya, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (16/11) lalu.

“Kami mengajarkan tata cara ibadah yang baik kepada siswa. Dengan benar shalat dan wudhunya maka karakter lainnya akan menjadi baik. Karena shalat adalah tiang agama dan yang pertama kali dihisab di akhirat. Jika shalatnya baik maka lainnya akan baik,” ujar Suhendri guru sekaligus penganggung jawab acara.

photo
Acara puncak protam (Program Utama) kelas 2 SDIT Auliya bertemakan “Character Learning Weeks“ di Ruang Auditorium gedung Ali bin Abi Thalib Sekolah Islam Auliya, Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (16/11).

Menurut Suhendri, pembekalan siswa mengenai tata cara wudhu dan shalat sudah semestinya diajarkan kepada siswa ketika mencapai umur tujuh tahun. Kemudian dari pembelajaran yang diajarkan di sekolah langsung diterapkan bersama orang tua di rumah, sehingga menciptakan kolaborasi positif pendidikan karakter anak yang berkelanjutan.

“Kami memberikan tugas PBL (Project Base Learning) sebelumnya kepada siswa yang dikemas dalam kolase foto praktek wudhu dan shalat bersama orang tua. Alhamdulillah, siswa mendapatkan apresisasi terbaik dari orang tua saat mempresentasikan hasil karyanya di acara puncak protam ini,” ujar Suhendri.

Acara puncak protam ini menjadi sangat menarik dan membuat decak kagum orang tua yang menonton performa siswa. Siswa menampilkan beberapa pertunjukan seperti tilawah ayat, pembacaan hadits, syair, puisi, mini drama, gerak dan lagu yang semuanya tentang wudhu dan shalat.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA