Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

3 Jenis Doa yang Dikabulkan dari Tafsir Surah Al-Fatihah

Kamis 31 Oct 2019 04:26 WIB

Rep: Syalaby Ichsan/ Red: Nashih Nashrullah

Berdoa Ilustrasi

Berdoa Ilustrasi

Foto: Antara
3 doa yang dikabulkan itu berdasarkan kehendak Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, Generasi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat amat menyaksikan keampu han al-Fatihah dalam menyembuhkan penyakit dan saat berada dalam kesulitan. "Pertanyaannya, mengapa itu tidak terjadi pada generasi kita? Jangan-jangan sifat-sifat khusus terkait makna al-Fatihah tidak hadir di hati karena mustahil kita mendapatkan itu kalau tidak memahaminya," ujar Ustaz Adi Hidayat saat mengisi kajian pekanan di Masjid Al Ihsan, PTM Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.  

Baca Juga

Menurut ustaz kelahiran Pandeglang ini, banyak orang tidak memahami sifat khusus terkait makna al-Fatihah. Bacaan itu pun tidak bersumber dari hati tetapi sebatas lisan. Menurut dia, orang yang benar-benar beriman akan memancarkan cahaya hatinya ke seluruh tubuhnya. Mata, telinga, mulut, hingga langkah kakinya akan memancarkan iman. Iman akan mewarnai segala aktivitas dari ujung rambut hingga ke kaki.

Dalam kajian kali ini, Ustaz Adi Hidayat pun melanjutkan materi pekan sebelumnya, yakni kelanjutan dari QS al-Fatihah ayat 5, "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya pada-Mu kami memohon permohonan." "Ini perjanjian antara 'Aku' (Allah) dengan 'hamba-Ku'. Jika benar, apa pun yang 'hamba-Ku' minta akan 'Aku' kabulkan," tambah dia.

Menurut Ustaz Adi, ada tiga jenis doa yang dikabulkan. Pertama, saat diminta langsung dija wab. Contohnya ketika Nabi Za karia AS meminta untuk diberikan anak. Pada saat itu juga Allah SWT memberi istrinya kehamilan. Doa yang kedua yakni minta saat sanggup baru diberikan. Dia mencontohkan bagai mana Nabi Muhammad meminta kiblat baru ke Ka'bah, baru dikabulkan tiga tahun setelah hijrah. "Artinya, Allah ingin menjawab doa sampai siap untuk itu."

Untuk yang ketiga yakni saat meminta A malah dijawab B. Artinya, apa yang kita minta mung kin tidak sesuai dengan kebutuh an saat itu. Namun, Allah memberi dan menjawab doa sesuai dengan kebutuhan kita yang tidak jarang malah menyampaikan kita kepada keinginan.

Pada intinya, Ustaz Adi mengajak jamaah un tuk memperbanyak ibadah. Menurut dia, kunci doa dijawab cepat berbanding lurus dengan ibadah. "Jika ingin dipercepat iyya kanastain, maka tingkatkan iyya kana'budu. Na'bud, ibadah naik, maka balasannya akan cepat," ujar dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA