Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Golkar Sodorkan Airlangga dan Gumiwang Sebagai Menteri

Sabtu 19 Okt 2019 16:50 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Ace Hasan Syadzily

Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Wihdan
Saat ini, Airlangga dan Gumiwang juga menduduki posisi menteri di Kabinet Kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang menjadi kader yang diajukan Partai Golkar untuk masuk dalam portofolio Kabinet Joko Widodo periode 2019 - 2024. Saat ini, keduanya juga menjabat sebagai menteri, yakni Airlangga sebagai menteri perdagangan dan Gumiwang sebagai menteri sosial.

Baca Juga

"Yang jelas bahwa Pak Airlangga sebagai ketua umum saya kira jelas ya, Pak Agus Gumiwang jelas karena beliau selama ini telah menunjukan kinerjanya sebagai menteri sosial. Kalau yang lain kita serahkan ke Pak Airlangga," kata Ketua DPP bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Ace mengatakan Golkar optimistis kedua nama tersebut kembali menjadi menteri. Sementara soal posisi, Golkar menyerahkannya pada Jokowi.

Soal kepastian menteri dari Golkar, ia mengatakan, hanya Airlangga sebagai ketua Golkar yang intensif melakukan komunikasi dengan Jokowi. "Kalau dipastikan (jadi menteri) kan saya belum tahu pasti karena itu kan Pak Jokowi yang lebih tahu. Tapi ekspektasi kami ya Pak Airlangga dan Pak Agus Gumiwang yang kita harapkan tetap," kata Ace.

Selain dua nama tersebut, Golkar menyerahkan pada Jokowi jika nantinya dimintakan portofolio menteri lagi. "Dalam posisi jika Pak Jokowi meminta portofolio yang diminta Pak Jokowi, ya, kami akan mengajukan nama-nama tersebut. Soal nama-nama tentu ada di Pak Airlangga tapi yang jelas dari nama yang ada sekarang yang mnjabat sebagai menteri kita pertahankan," kata Ace menambahkan.

Sementara itu, PDI Perjuangan mengakui pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah tokoh parpol, terutama dengan partai non-Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dimungkinkan dapat mengubah peta koalisi. Bahkan, pertemuan ini bisa saja mengubah komposisi kabinet.

"Ini berkembang menuju pada pertambahan warga baru dalam koalisi, ya kita liat nanti. Pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo, Ketua PAN Zulkifli, mungkin ada perubahan-perubahan dalam peta koalisi ke depan. Ini mungkin merubah komposisi di kabinet," kata Poltikus PDIP Andreas Hugo Pareira di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Masuknya koalisi baru ke kabinet, maka akan mengubah komposisi yang telah ditentukan. Namun, Andreas mengaku belum mengetahui unsur mana yang akan mengalami pengurangan imbas pergeseran koalisi itu.

"Yang berkurang itu untuk parpol atau non parpol, saya kira dalam 2 -3 hari (akan disampaikan)," ujar dia.

Andreas mengatakan, PDIP tidak merasa khawatir dengan pertemuan Jokowi dengan partai - partai non koalisi yang terjadi selama sepekan belakangan ini. Pertemuan itu, dinilai Andreas sejatinya bertujuan menginginkan suasana pilpres. Adapun terkait potensi mengubah komposisi kabinet, PDIP yakin tetap dapat kursi terbanyak.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA