Selasa 01 Oct 2019 02:00 WIB

Baznas Kucurkan Rp 250 Juta Bantu Korban Kerusuhan di Wamena

Sebagian besar bantuan dari Baznas untuk logistik.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Logo Baznas.
Foto: blogspot.com
Logo Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut membantu warga terdampak kerusuhan Wamena, Papua. Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua, Ahmad Fikri mengatakan, Baznas mengeluarkan dana Rp 250 juta untuk merespon kejadian di sana.

"Rp 250 juta pertama kali berangkat, yang sudah didistribusikan Rp 100 juta, sebagian besar untuk logistik. Untuk dana ke depannya kita akan lihat dulu eskalasi yang terjadi," kata Firki di Jakarta, Senin (30/9).

Baca Juga

Fikri mengungkapkan, kendala yang dialami tim bantuan yakni perihal tranportasi, untuk itu kendaraan yang paling aman yaitu melalui udara. Namun sekarang penerbangan komersil ditutup, hanya pesawat Hercules yang diizinkan mengudara. Pesawat tersebut juga digunakan untuk mengangkut pengungsi dari Wamena, sementara pesawat yang menuju kesana diisi oleh sejumah bantuan.

"Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi di sana yakni pakaian layak pakai, makanan siap saji, air minum, alat mandi, pakaian bayi, selimut atau sarung," kata Fikri.

Baznas juga mengaktifkan Crisis Center untuk membantu warga terdampak kerusuhan yang berfokus pada penanganan kemanusiaan, dan tidak masuk dalam ranah konflik yang terjadi.

"Oleh karena itu, Baznas mengaktifkan Crisis Center Baznas untuk Papua sebagai upaya mendorong sebuah program yang terbaik yang bisa kita berikan dalam membantu memulihkan krisis Papua. Terutama membantu apra pengungsi dan mendorong situasi yang lebih damai," kata Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik.

Di pangkalan udara Timika, Tim Baznas memberikan makanan siap saji dan mendirikan dapur umum. Tim juga memberikan layanan medis yang dibutuhkan para pengungsi.

"Kami akan melanjutkan dapur umum, melanjutkan layanan kesehatan, dan melanjutkan dukungan psikososial bagi para pengungsi," kata Fikri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement