Rabu 09 Oct 2019 02:00 WIB

Sambut Pengungsi Wamena, Rumah Zakat Dirikan Posko Hangat

Posko hangat Rumah Zakat diapresiasi oleh stakeholder di Makassar.

Rumah Zakat mendirikan posko hangat dan posko segar di Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar Sulawesi Selatan.
Foto: rumah zakat
Rumah Zakat mendirikan posko hangat dan posko segar di Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar Sulawesi Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR --  Rumah Zakat mendirikan posko hangat dan posko segar di Landasan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar Sulawesi Selatan. Posko hangat ini untuk menyambut kedatangan 172 pengungsi Wamena.

Ratusan pengungsi ini lepas landas di Makassar menggunakan dua pesawat Hercules. I72 pengungsi ini terdiri atas 132 orang dewasa dan 40 anak-anak. Koordinator Aksi Posko Hangat dan Posko Segar Rumah Zakat Action Nur Andani menceritakan bahwa ada beberapa kendala yang cukup menantang pada aksi kali ini, yakni kedatangan pengungsi yang diinfokan secara tiba-tiba oleh pihak Lanud.

Baca Juga

“Jadi infonya ini dadakan, kami persiapan hanya dalam waktu 90 menit. Sempat mikir keburu gak ya,” tuturnya, Senin (7/10).

Andani menuturkan meski semuanya serba dadakan justru menjadi tantangan tersendiri. Dengan tim yang cukup minim, namun aksi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah sangat berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran posko hangat dan posko segar. Menurutnya, buah segar sangat baik untuk memulihkan keceriaan anak-anak para pengungsi.

Sementara itu, Komandan Posko Induk Lanud Hasanuddin Samiyono juga mengaku sangat senang dengan kemunculan posko hangat. Menurutnya, sajian kopi, teh, dan susu hangat juga membuat para petugas kembali berenergi dan semangat melayani para pengungsi. “Jadi melalui kopi ini kita bisa menjalin keakraban dengan relawan, petugas, dan para pengungsi. Suasana jadi lebih cair dan hangat, terimakasih Rumah Zakat,” kata dia.

Andani berharap bahwa bantuan Rumah Zakat melalui posko hangat dan posko segar meskipun tidak seberapa, namun pengungsi bisa merasakan bahwa Rumah Zakat selalu ada untuk mereka.

“Kami ingin mereka (pengungsi Wamena) merasakan bahwa kita semua bersaudara, dan kami peduli mereka,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement