Rabu 25 Sep 2019 12:42 WIB

Gerakan Pendidikan Syekh Surkati

Syekh Surkati menata pendidikan modern pertama di Indonesia.

Jamiatul Kheir
Foto: wikipedia
Jamiatul Kheir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Ahmad Surkati pada mulanya mengajar di lembaga pendidikan Islam bernama Jamiat Kheir. Kemudian, mendirikan madrasahmadrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah untuk meneruskan perjuangannya mencerdaskan umat melalui gerakan pendidikan.

Wakil Ketua Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Al-Islamiyah Ustaz Zeyd Ammar menceritakan, Syekh Surkati menata pendidikan modern pertama di Indonesia. Awalnya, murid-murid sekolah Islam belajar di atas tikar dan tanpa sera gam. Kemudian, Syekh Surkati mem buat sekolah Islam dikelola lebih profesional.

Baca Juga

"Syekh Ahmad Surkati menggagas pendidikan yang konsepnya pembinaan karakter, pendidikan yang memiliki kurikulum yang jelas, dan memiliki sistem madaris," ujarnya.

Sistem madaris menyajikan ruang kelas, seperti sekolah-sekolah di Eropa. Siswanya memakai seragam saat belajar seperti di sekolah orangorang Barat. Sistem madaris juga memiliki manajemen sekolah seperti jadwal mata pelajaran dan tingkatan seperti diniyah, ibtidaiyah, awal iyah, tsanawiyah, aliyah, dan mualimin.

Dalam menyelenggarakan pendidikan Islam di Batavia, Syekh Surkati melakukannya secara profesional. Ulama yang hafal Kutubus Sittah dan Alquran 30 juz ini tidak hanya mengajarkan tentang ilmu agama Islam, tapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum. Murid-muridnya juga diajari bahasa Inggris, Belanda, dan Arab, bahkan banyak muridnya yang menguasai bahasa Arab dengan baik.

Syekh Surkati tahu umat Islam di Indonesia menganut mazhab Syafii. Karena itu, dia banyak mengajarkan hal-hal yang berkenaan dengan mazhab Syafii. Meskipun Syekh Surkati dan Al-Irsyad Al- Islamiyah tidak memegang satu mazhab karena mazhab apa pun yang paling kuat hukum dan rawi-nya itulah yang dipegang. Tentu dengan pertimbangan pemikiran, logika, perbandingan, dan kaidah.

"Dalam gerakan pendidikannya, Syekh Surkati menitiberatkan pendidikan karakter, dia mena namkan kepada muridnya agar menjadi bangsa yang mandiri, jangan mau menjadi pegawai atau pembantu pemerintah kolonial, sebab setiap anak manusia yang lahir di dunia memiliki hak untuk merdeka," ujar Ustaz Zeyd.

Ketua Pusat Dokumentasi dan Kajian Al-Irsyad Al-Islamiyah Abdullah Abubakar Batarfie menambahkan, banyak murid Syekh Surkati menjadi tokoh dan ulama besar. Salah satunya, KH R Muhammad Yunus Anis yang pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah. Begitu pula dengan KH Farid Ma'ruf, seorang tokoh Muhammadiyah yang pernah belajar kepada Syekh Surkati.

"Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, ulama ahli fikih, hadis, tafsir, dan kalam, serta ulama ahli fikih Ustaz Said Thalib Al- Hamdani, serta pahlawan AR Baswedan pernah sekolah di sekolah Al-Irsyad Al- Islamiyah.''

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement