Rabu 25 Sep 2019 13:00 WIB

Mindset Hijrah

Jadikanlah hijrah sebagai mindset hidup

Hijrah
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Hijrah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Nawawi

Hijrah masih dipandang sebagai kekayaan historis umat Islam. Padahal, hijrah sejatinya merupakan fakta historis yang energinya, spiritnya, dan kekuatannya, dapat kita download dalam kehidupan kekinian guna membentuk mindset hidup. Inilah yang selanjutnya disebut dengan mindset hijrah.

Sebagai contoh bagaimana mindset hijrah kekinian yang harus kita miliki. Pada masa hijrah terkenal sebuah hadis yang mendorong agar siapa pun yang hendak melakukan hijrah wajib memperhatikan niat.

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan, setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka, barang siapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Dan, barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu." (HR Bukhari-Muslim). Dalam hal ini, setiap Muslim hendaknya tidak melakukan kebaikan apa pun, entah itu yang tidak diketahui oleh manusia ataupun diketahui oleh manusia, melainkan hanya dengan niat semata-mata mengharap rihda Allah Ta'ala.

Hal ini sangat penting karena dalam Islam nilai sebuah perbuatan, pemikiran, ataupun persembahan kebaikan terletak pada niatnya. Kala niatnya salah, tidak akan ada nilai apa pun di hadapan Allah Ta'ala. Dengan kata lain, totalitas penghambaan seorang Muslim menjadi satu hal yang tak bisa ditawar-tawar.

Di sini kita bisa memperhatikan apa yang selama ini kita jalani. Apakah dengan menjadi seorang presiden benar-benar ingin menda pat ridha Allah. Demikian pula dengan jabatan lainnya, seperti menteri, gubernur, bupati, bahkan menjadi guru, dosen, pegiat dakwah, jurnalis, ekonom, dan pegiat sosial. Semuanya harus memperhatikan niat dasarnya. Kemudian, hijrah juga memberikan sebuah ajaran penting bagi kehidupan umat Islam untuk tidak ragu meninggalkan kenikmatan dunia menuju ridha dan pertolongan Allah Ta'ala.

Jika seseorang benar-benar yakin kepada Allah, kemudian ia paham mesti bersikap dan bertindak seperti apa, lantas tidak meng am bil keputusan yang jelas, tidak ada gunanya peringatan hijrah bagi dirinya. Hijrah memberikan kita energi keyakinan bahwa jangan ragu untuk meninggalkan yang bathil menuju yang haq. Jangan pernah risaukan segala hal yang bersifat duniawi. Sebab, rezeki Allah amat luas dan pada saat yang sama tidak satu pun manusia yang hijrah di masa Nabi, melainkan Allah lapangkan kehidupannya, dunia dan akhirat.

Lihatlah bagaimana Abdurrahman bin Auf yang hijrah dengan tanpa sedikit pun harta. Apakah kala hijrah ia menjadi manusia miskin? Tidak! Ia bahkan menjadi sahabat Nabi yang amat kaya. Niat yang benar dan ketekunan di dalam perniagaan di pasar, menjadikan sebab Allah berikan keuntungan perniagaan yang begitu besar sehingga nama Abdurrahman bin Auf menjadi teladan bagi banyak umat Islam yang menekuni dunia usaha sampai hari ini.

Dengan demikian, jadikanlah hijrah sebagai mindset hidup. "Sesung guh nya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS al-Baqarah [2]: 218).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement