Sabtu 31 Aug 2019 20:21 WIB

Rumah Zakat: Keberadaan Internet Bantu Pemberdayaan Desa

umah Zakat memiliki program bernama Desa Berdaya

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Kecepatan akses internet. Ilustrasi
Foto: Akamai.com
Kecepatan akses internet. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  CEO Rumah Zakat Nur Efendi pun menyebut keberadaan internet sangat membantu dalam pemberdayaan desa. Rumah Zakat memiliki program bernama Desa Berdaya yang tujuannya menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat yang tinggal dan menetap di desa.

"Kebutuhan akan internet ini sudah masif. Penting bagi desa memiliki internet, terutama terkait dengan produksi, baik untuk memperbesar maupun mempercepat produksi dan memperluas pemasaran. Internet bisa menjadi salah satu daya angkat kemandirian warga di desa dan desa itu sendiri," ujarnya.

Baca Juga

Di program Desa Berdaya, keberadaan in ternet sangat membantu dalam hal pemasaran. Warga dapat mengunggah hasil produksi pemberdayaan mereka ke berbagai akun media sosial yang dimiliki setiap desa yang dinaungi oleh Rumah Zakat. Setiap aktivitas yang dilakukan, produk yang dihasilkan, dan penawaran produk bisa dilakukan di akun-akun tersebut.

Efendi juga menyebut tidak sedikit desa binaan Rumah Zakat yang membuka akun di lapak-lapak platform penjualan digital. Dia menilai adanya pemerataan internet memiliki nilai positif bagi masyarakat di perdesaan. Pemberlakuan program ini akan mempercepat akselerasi pertumbuhan dan meminimalkan kesenjangan kemiskinan.

"Kalau konteksnya desa berdaya, ma ka informasi dapat lebih cepat didapat dan dibagi. Informasi dari dalam juga menjang kau lebih luas, tidak hanya berputar di desa tersebut," lanjutnya.

Pengamat zakat Yusuf Wibisono menyebut upaya pemberdayaan desa yang dilaku kan lembaga zakat sudah cukup banyak dan berkesinambungan. Beberapa di antaranya menjanjikan program yang menjanjikan karena pengelolaannya yang matang dan memiliki konsep yang baik.

Dalam skala luas, kemajuan teknologi informasi me miliki peran untuk membantu programprog ram pemberdayaan desa ini. Keber ada an internet bisa membantu desa mendapat informasi lebih banyak dan luas.

"Utamanya untuk masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Internet mem ban tu untuk menyebarkan informasi akan ketersedian stok pangan, mana yang meng alami kekurangan, mengingat produksinya memakan waktu panjang," ujarnya. Ketika ada platform yang bisa membantu petani untuk lebih maju dan mendapatkan informasi terkait distribusi,

Direktur Eksekutif Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) ini menyebut hal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Internet dinilai memiliki peran dan potensi besar dalam membantu hal pema saran produk-produk desa binaan Laznas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement