Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Simon: Kekalahan dari Malaysia Menyakitkan

Kamis 05 Sep 2019 22:58 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Bayu Hermawan

Pesepak bola timnas Indonesia Alberto Goncalves melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Malaysia saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Pesepak bola timnas Indonesia Alberto Goncalves melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Malaysia saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
McMenemy mengaku faktor kelelahan fisik jadi salah satu penyebab kekalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih timnas Indoneia, Simon McMenemy kecewa karena skuatnya di kandang sendiri. Simon mengakui faktor fisik menjadi salah satu penyebab timnas Indonesia kalah dari Malaysia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Tentu (kekalahan ini) sulit untuk diterima. Kami tak bisa berpura-pura karena ini menyakitkan. Walaupun berat, saya tidak mau mencari kesalahan. Saya terima kekalahan ini," katanya setelah laga, Kamis (5/9).

Simon mengatakan faktor fisik menjadi salah satu penyebab anak asuhnya tumbang di babak kedua. Jadwal liga yang padat dan berdekatan dengan kualifikasi Piala Dunia, ia akui sangat menguras stamina tim.

"Mereka hanya lelah, saya harus minta maaf berkata seperti itu. Kaki mereka sudah capek, pikiran juga capek sehingga reaksi pemain jadi kurang bagus," ujarnya.

Selama pertandingan, ia merasa para penggawa sudah menjalankan perintahnya dengan baik. Di babak pertama, Simon merencanakan penguasaan bola maksimal dan bisa berbuah gol.

"Gol-gol kami sesuai rencana. Di babak kedua kami capek, bek drop, akhirnya meinggalkan ruang kosong di tengah," katanya.

Untuk menyiasati stamina tim yang lemah karena digempur rentetan pertandingan liga. Ia hanya berusaha membuat para pemain agar merasa nyaman dengan mengatur pola latihan dan merotasi pemain yang kelelahan.  "Kami tetap tidak bisa mencari-cari alasan meski negara lain liga sudah libur, di sini tetap bermain hingga Natal," katanya.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA