Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Meraih Kemerdekaan Hakiki

Senin 12 Aug 2019 16:04 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Penjahit membuat bendera Merah Putih di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (2/8/2019)

Penjahit membuat bendera Merah Putih di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (2/8/2019)

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Dalam Islam kemerdekaan hakiki adalah terbebas dari segala bentuk penghambaan

Tanggal 17 agustus mendatang masyarakat Indonesia segera menyambut dan merayakan hari kemerdekaan RI yang ke-74. Perayaan yang begitu meriah telah di persiapkan di berbagai pelosok negeri ini.

Tak terasa sudah 74 tahun lama nya Indonesia terbebas dari penjajahan fisik negeri lain. Namun sudahkah Indonesia meraih kemerdekaan yang hakiki?

Memang secara fisik Indonesia telah merdeka tak ada lagi perang angkat senjata. Namun jika di cermati kembali, apakah sungguh rakyat ini telah merdeka?

Indonesia, negeri yang mempunyai sumber daya alam melimpah ruah, terletak di garis khatulistiwa, tanah yang subur makmur. Namun kemiskinan masih meliliti rakyatnya, banyak anak negeri yang tak bisa mengenyam pendidikan, mahal nya biaya kesehatan, biaya hidup, kebijakan import yang merugikan rakyat, belum lagi negeri kita yang terus terlilit utang yang secara tidak langsung hutang adalah salah satu bentuk penjajahan ekonomi itulah beberapa problem pelik yang di hadapi negeri ini.

Jika melihat realita seperti ini, pertanyaannya, kemana dan untuk siapa kekayaan negri ini di persembahkan? Bukan kah kekayaan alam negri ini seharus nya sudah lebih dari cukup untuk menghidupi rakyat nya ? 

Bak tikus mati di lumbung padi, Indonesia masih mengalami penjajahan non fisik, dimana sumber daya alam yang melimpah ruah hanya di nikmati segelintir orang saja, sungguh ironi.

Belum lagi penjajahan dalam bentuk pemikiran, dimana justru hal ini lebih berbahaya dari pada penjajahan fisik. Penjajahan pemikiran yang kebanyakan tersebar lewat media informasi, entah lewat media massa maupun media sosial.

Dimana lewat media generasi banyak di rusak dengan tontonan-tontonan yang tidak mendidik, lebih dari itu, ide atau gagasan berupa paham sekuler dan liberal yang merusak moral generasi dan masyarakat.  

Di sinilah pentingnya kita memahami makna kemerdekaan yang hakiki. Kemerdekaan bukan hanya menyangkut hal fisik semata, Melainkan lebih dari itu.

Menurut kacamata Islam merdeka adalah terbebas dari segala bentuk penghambaan terhadap mahluk menuju penghambaan totalitas hanya kepada allah SWT. Sebagaimana Islam datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penghambahan kepada selain Allah, memberantas kezaliman dan menegakkan keadilan berlandaskan wahyu Allah. Maka tak ada jalan lain untuk meraih kemerdekaan yang hakiki kecuali kembali kepada Islam, mengambil islam sebagai jalan hidup dan solusi atas berbagai probem yang di hadapi umat.

Pengirim: Dian Ambarwati, Muslimah Wonogiri

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA