Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Rusia Cari Celah Pasar Halal

Senin 22 Jul 2019 12:59 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Hasanul Rizqa

Ribuan umat muslim di Rusia melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9).REUTERS/Maxim Shemetov

Foto:
Pasar halal di Rusia sejauh ini fokus pada ekspor, alih-alih permintaan domestik

Lebih dari Sekadar Bisnis

Alif, suatu perusahaan kosmetik yang berbasis di Moskow adalah perusahaan baru yang bergerak menuju ekspor barang halal dari Rusia. Manajer Alif, Halima Hosman mengatakan, setahun setelah peluncuran Alif, produk-produk dijual di republik Dagestan dan Chechnya yang mayoritas penduduknya Muslim di Rusia, serta bekas Uzbekistan dan Soviet Soviet dan Kazakhstan.

“Target prioritas kami untuk ekspor sekarang adalah Perancis, Turki, Iran, Arab Saudi,” kata Hosman.

Wanita berusia 28 tahun itu, lahir dari keluarga Kristen Ortodoks di Moldova selatan. Hosman masuk Islam, ketika remaja. Dia mempromosikan produk halal lebih dari sekadar bisnis. “Ini adalah cara bagi orang-orang yang tidak tahu tentang Islam, yang bukan Muslim, untuk mencari tahu apa sebenarnya arti halal,” ujar dia.

Ekonom Rusia Lilit Gevorgyan mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi halal Rusia tampak mengesankan, meski relatif rendah bila dibanding negara-negara Muslim. Dia memperkirakan pertumbuhan lebih lanjut pada pangsa pasar halal kemungkinan akan lebih banyak didorong oleh ekspor daripada permintaan domestik.

Hal itu terutama disebabkan pendapatan rumah tangga yang belum pulih dari krisis 2014, karena penurunan harga minyak global, serta sanksi Barat atas pencaplokan Crimea oleh Moskow.

“Makanan halal lebih mahal karena biaya produksinya, dan bagi konsumen Rusia setiap rubel penting,” ujar Gevorgyan.

Menurut dia, mengubah persepsi negara-negara Muslim tentang Rusia akan menjadi kunci, jika Moskow serius meningkatkan ekspor halal. “Branding itu penting (mengingat Rusia belum dipandang sebagai produsesn halal utama),” kata Gevorgyan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA