Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Rusia Cari Celah Pasar Halal

Senin 22 Jul 2019 12:59 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Hasanul Rizqa

Ribuan umat muslim di Rusia melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9).REUTERS/Maxim Shemetov

Ribuan umat muslim di Rusia melaksanakan Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet, Kamis (24/9).REUTERS/Maxim Shemetov

Foto: REUTERS/Maxim Shemetov
Pasar halal di Rusia sejauh ini fokus pada ekspor, alih-alih permintaan domestik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, semakin banyak produsen makanan dan minuman di Rusia yang melayani komunitas Muslim. Secara demografis, umat Islam menyumbang sekitar 15 persen dari populasi Rusia. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus berkembang.

Manajer sebuah pabrik sosis di dekat Moskow, Arslan Gizatullin, mengakui besarnya pangsa pasar halal yang menyasar komunitas Muslim. Apalagi, dalam beberapa bulan belakangan ini perekonomian Rusia dirasakannya sedang lesu. Gizatullin tak mau ketinggalan dalam berlomba-lomba mencari pasar halal Islam yang sedang tumbuh.

“Dalam beberapa tahun terakhir, secara umum, halal menjadi tren di Rusia,” kata Gizatullin pemilik pabrik Halal-Ash di Kota Shchyolkovo, Senin (22/7), dilansir The Asean Post.

Pabrik sosis milik Gizatullin adalah pabrik pertama yang berlabel halal di Rusia. Pabrik itu sendiri didirikan sekitar dua dekade lalu. Gizatullin mencoba memasarkan sosis, tetapi yang sesuai dengan kriteria halal menurut Islam.

“Sekarang saya pergi ke toko pajangan dan saya melihat sosis dari satu, dua, tiga produsen. Saya melihat persaingan semakin meningkat,” ujar dia.

Gizatullin mempekerjakan 35 orang dan menghasilkan hingga 1,5 ton produk sehari. Ekonomi halal bernilai lebih dari 2,1 triliun dolar AS secara global. Sejumlah perusahaan kosmetik dan layanan, seperti hotel halal, telah menerima lisensi dari badan yang mengawasi produksi Islam di Rusia. Saat ini, Sberbank milik negara, sedang mencari cara menciptakan entitas keuangan Islam.

Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Halal yang berada di bawah wewenang Dewan Mufti Rusia. Badan tersebut telah mengeluarkan sertifikat pada lebih dari 200 perusahaan, sejak berdiri pada 2007. Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Halal menjelaskan jumlah perusahaan yang mengantongi sertifikat halal terus meningkat sekitar lima hingga tujuh per tahun.

 

Pelajaran dari Dunia Arab

Wakil Kepala Dewan Mufti, Rushan Abbyasov mengatakan Kementerian Pertanian Rusia mendukung Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Halal dalam upaya meningkatkan ekspor ke dunia Arab dan republik-republik bekas Uni Soviet yang mayoritas Muslim.

“Kami telah melihat pengalaman internasional di dunia Arab, di Malaysia, dan kami telah mengembangkan standar Rusia kami (sertifikasi halal) mengikuti model itu,” ujar Abbyasov.

Dia memastikan, Rusia melakukan sertifikasi halal dengan cara yang sesuai standar halal internasional, serta hukum Federasi Rusia. Melihat penyelenggaraan pameran tahunan barang-barang halal dan produsen di republik Tatarstan Rusia pada tahun ini, ada peningkatan dari produsen Muslim. Hal itu bisa menjadi contoh adanya pertumbuhan sektor halal itu.

Pejabat Tatarstan mengatakan pasar makanan halal menyumbang sekitar 7 miliar rubel per tahun (110 juta dolar AS), atau lebih dari tiga persen dari hasil pertanian bruto kawasan itu. Namun, sektor itu tumbuh pada tingkat antara 10 dan 15 persen per tahun. Pusat Standardisasi dan Sertifikasi Halal mengatakan keseluruhan ekonomi halal Rusia juga tumbuh pada tingkat 15 persen setiap tahun, tetapi lembaga itu menolak memberikan rincian angkanya.

Ekonomi Rusia secara keseluruhan sedang kurang bagus. Pemerintah setempat memperkirakan, pertumbuhan hanya berkisar 1,3 persen pada tahun ini, padahal pada tahun sebelumnya mencapai 2,3 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA