Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Larang Muslimah Renang, Wilmington Ganti Rugi 50 Ribu Dolar

Jumat 05 Jul 2019 08:22 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Wanita berenang menggunakan burkini.

Wanita berenang menggunakan burkini.

Foto: EPA
Ganti rugi 50 dolar AS karena Wilmington sempat larang Muslimah renang.

REPUBLIKA.CO.ID, WILMINGTON – Sekelompok anak sekolah Muslim di kota Wilmington di North Carolina, Amerika Serikat, akhirnya bisa kembali menggunakan kolam renang umum. Selama setahun ini, mereka tidak bisa menggunakannya lantaran pejabat setempat melarang mereka karena pakaian renang yang dikenakan. 

Baca Juga

Siswa sekolah dasar dari Darul-Amaanah Academy diminta untuk meninggalkan Kolam Foster Brown di Delaware pada Juni 2018 lalu. Anak-anak, yang berpartisipasi dalam kamp peningkatan bahasa Arab musim panas, itu mengenakan baju berbahan katun dan celana pendek serta jilbab di kepala.

Manajer kolam renang lantas meminta mereka pergi. Dia mengatakan, bahwa mereka melanggar kebijakan kota karena mengenakan baju katun di kolam renang umum. 

Kepala sekolah akademi tersebut, Tahsiyn A Ismaa'eel, mengatakan bahwa dia telah membawa siswanya ke kolam renang umum selama tiga tahun sebelum insiden itu terjadi.

"Tidak ada yang diinformasikan yang mengatakan Anda tidak bisa berenang dengan baju katun. Di saat yang sama, ada anak-anak lain memakai katun. Saya bertanya 'Mengapa anak-anaku diperlakukan berbeda?'," kata Ismaaeel, dilansir di The Independent, Kamis (4/7).

Saat peristiwa terjadi, Ismaaeel mengatakan sang manajer kemudian menyuruh seorang polisi datang  dan menanyakan jam berapa kelompok anak-anak sekolah Muslim ini pergi. 

Insiden ini menjadi berita utama nasional dan internasional. Perlakuan yang diterima akademi ini mendorong mereka mengajukan gugatan atas diskiriminasi terhadap Kota Wilmington. 

Walikota Wilmington, Mike Purzycki, awalnya membela manajer kolam renang. Purzycki mengatakan, kebijakan diterapkan karena baju katun menimbulkan risiko keamanan. Akan tetapi, dia kemudian meminta maaf setelah mengikuti berbagai perhatian yang muncul di media. 

"Saya minta maaf kepada anak-anak yang diarahkan untuk meninggalkan kolam kota karena pakaian yang diwajibkan agama yang mereka kenakan. Kami juga merujuk pada kebijakan kolam yang tidak jelas untuk menilai dan kemudian membenarkan penilaian kami yang buruk, dan itu juga salah," kata Purzycki.

Sejak itu, Kota Wilmington bersedia membayar sebesar 50 ribu dolar kepada kelompok siswa dari sekolah Muslim itu. Jumlah tersebut termasuk pembayaran sebesar 4.285 dolar untuk masing-masing dari tujuh anak yang terkena dampak. Kota Wilmington juga sepakat untuk merevisi kebijakannya dan melatih karyawannya untuk menjadi lebih sensitif.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA