Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Islam Menghadirkan Optimisme

Senin 24 Jun 2019 05:05 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Mualaf

Foto:
Ajaran yang dibawa Rasulullah ini menjadi jawaban atas permasalahan

Dari pagi, dia sudah terlatih untuk bangun tidur. Kemudian, menyempatkan diri untuk sahur. Ketika azan berkumandang, dia bergegas untuk pergi ke masjid ter dekat untuk berkumpul bersama Muslim setempat melaksanakan shalat berjamaah. Menjelang waktu Maghrib dia kembali ke Masjid untuk berkumpul bersama. Berbagi cerita tentang perjalanan melakansakan puasa sejak pagi hingga sore. Kemudian, berbuka puasa bersama di tempat sujud yang dilanjutkan dengan shalat berjamaah.

Pada malam hari dia melaksanakan shalat Tarawih berjamaah. Tadarus Alquran juga dilaksanakannya bersama Muslim setempat. Dia sempat tidak memberitahukan keluarga bahwa dirinya sudah bersyahadat. Berbekal jaringan internet di rumah, dia mempelajari ritual wudhu dan shalat. Madison adalah direktur program di Makespace, sebuah pusat komunitas yang berbasis di pinggiran Kota Washington.

Di sana, umat Islam dapat shalat, berkumpul, dan beribadah. Sejak awal Ramadhan, dia menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama umat Islam dari berbagai daerah. Makespace telah menjadi bagian dari kehidupan Madison, bahkan sebelum dia bertobat. Dia memuji komunitas karena membuat transisi ke keluarga barunya sebagai proses yang lebih mudah. "Banyak orang mengalami Ramadhan, mereka menjalani Islam di kelilingi oleh teman, keluarga, dan budaya," kata Madison.

Komunitas adalah teman dan keluarga terdekatnya yang menum buhkan optimisme untuk terus konsisten menjaga keimanan. Iman Patricia Status mualaf juga baru saja melekat pada Iman Patricia. Dia adalah wanita paruh baya asal Filipina yang hidup sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan.

Ramadahan tahun ini adalah penga laman pertamanya menjalankan puasa wajib selama 30 hari. Menurut dia, ini merupakan bagian dari ujian keimanannya. Dia memasuki masjid untuk pertama kalinya pada empat tahun lalu. ketika itu, dia termotivasi rasa ingin tahu untuk menjelajahi budaya dan tradisi Uni Emirate Arab.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA