Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Prabowo Hanya Ingin Numpang Shalat Jumat

Jumat 15 Feb 2019 04:40 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Didi Purwadi

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat kunjungan di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat kunjungan di Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, Prabowo tahu etika beribadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyatakan pihaknya tidak ingin mempolitisasi masjid terkait rencana Prabowo Subianto melakukan ibadah jumatan di Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). BPN menegaskan Prabowo hanya ingin numpang shalat Jumat di masjid tersebut.

''Prabowo memang hanya ingin menumpang Shalat Jumat di sela berbagai kegiatan kampanye di Semarang. Jadi, tidak ada pidato (selesai Shalat Jumat),'' kata Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (14/2).

Andre mengatakan Prabowo murni hanya ingin menumpang jumatan di Masjid Kauman. Ia menegaskan rencana Prabowo melakukan shalat Jumat di Masjid Kauman Semarang tersebut tidak ada upaya untuk mempolitisasi masjid.

Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak, berpendapat senada. Dahnil menegaskan Prabowo tahu etika beribadah. ''Tidak ada satu pun orang di negeri ini yang boleh melarang seorang Muslim untuk Shalat Jumat di masjid mana pun,'' kata Dahnil.

Ketua Masjid Agung Semarang, KH Hanief Ismail, sebelumnya mengatakan pihaknya tidak pernah menolak muslim manapun untuk shalat jumat di masjid tersebut. Namun, beredarnya pamflet ‘Shalat Jumat Bersama Prabowo’ akhirnya membuat pihak masjid merasa keberatan.

‘’Loh ini kan seperti menjadikan masjid sebagai tempat acara mereka,'' kata KH Hanief Ismail yang juga menjabat Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang ini.

Pengurus Masjid Kauman, jelas Hanief, menjadi kaget dan merasa keberatan bahwa masjid yang semestinya sebagai tempat ibadah itu dijadikan sebagai sarana kampanye. Pengurus masjid merasa ada politisasi di sana. "Ini yang kami keberatan,’’ katanya.

Berdasarkan penelusuran, Republika.co.id menemukan salah satu pamflet ajakan shalat Jumat bersama capres nomor urut 02. Narasi pamflet tersebut berisi: ‘Hadiri !! Shalat Jumat bersama Prabowo Subianto Jumat 15 Februari 2019 Mesjid Kauman, Semarang’. Dalam pamflet tersebut tercantum logo Milenial Terdepan Prabowo- Sandi (MANTAPS).

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga membantah pihaknya telah membuat selebaran ajakan Shalat Jumat bersama Prabowo di Masjid Kauman, Semarang, Jumat (15/2). ''Tadi saya sudah cek ke Ketua Gerindra Jawa Tengah, Gerindra tidak membikin (selebaran itu), Badan Pemenangan Provinsi (yang terdiri dari berbagai parpol pendukung) juga tidak membikin itu, dan BPN tidak membikin. Jadi, bukan kita yang bikin selebaran itu,'' kata Andre.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA