Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Jubir TKN Ungkap Indikasi Jokowi-Ma'ruf Kuasai Jabar

Jumat 15 Feb 2019 10:40 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Ace Hasan Syadzily

Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Wihdan
Salah satu indikasinya adalah sumbangsih Partai Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf makin optimistis unggul di Jawa Barat yang sebelumnya merupakan basis suara pasangan Prabowo-Sandiaga. Menurut Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, ada sejumlah indikasi arah kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Jabar, di mana salah satunya sumbangsih Partai Golkar.

"Pertama, Partai Golkar yang dulu mendukung ke Prabowo, kini solid mendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf," ujar Ace Hasan dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (15/2)

Selain itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang sekarang didukung oleh partai koalisi pendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf, yakni Ridwan Kami dan Uu Ruhzanul Hakim yang sebelumnya berasal dari kubu Prabowo.

Tak hanya itu, tokoh-tokoh di Jabar, seperti Solihin GP, Ginandjar Kartasasmita, Agum Gumelar, Deddy Mizwar, dan lain-lainnya juga berada barisan terdepan mendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf.

"Keempat, figur Kiai Ma’ruf akan lebih bisa diterima di kalangan masyarakat santri di Jawa Barat karena beliau adalah ulama terkemuka yang berasal dari tatar sunda," ujar Ace.

Menurut Ace, Jawa Barat itu sangat strategis secara nasional dengan jumlah pemilih yang sangat besar secara nasional. Kemenangan di Jawa Barat sangat menentukan dan menjadi barometer kemenangan di tingkat nasional.

"Kami insya Allah menang di Jateng dan Jatim. Jika kami di Jabar dapat memenangkan, maka akan semakin memperkuat kemenangan secara nasional," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan kolaborasi solid partai politik pendukung Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dengan relawan telah mengubah Jawa Barat menjadi rumah Jokowi-Ma'ruf. Menurut Hasto, Jawa Barat, yang sebelumnya dikuasai Prabowo kini telah berubah.

"Akibat koalisi Prabowo tidak solid, maka kolaborasi Parpol Koalisi Indonesia Kerja dan Relawan berhasil mengubah peta Jabar, sehingga Jabar kini menjadi Rumah Jokowi-KH Marif Amin," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/2).

Menurut Hasto, itu karena kesalahan kubu Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yang masuk ke Jawa Tengah, namun kurang solid di internalnya. Hasto mengungkap, pergeseran peta poltik Jabar tersebut diperkuat hasil beberapa survei dimana elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Jabar mencapai 41,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandi turun hanya menjadi 37,9 persen.

Hasto melanjutkan, survei internal TKN bahkan menempatkan elektabilitas Jokowi-Maruf di Jabar mencapai 52,4 persen.

"Dukungan para tokoh Jabar seperti Agum Gumelar, Ridwan Kamil, TB Hasanuddin, Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan tokoh-tokoh sentral, seperti Solichin GP, telah mengubah drastis peta politik Jabar," ujar Hasto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA