Rabu 28 Mar 2018 09:25 WIB

Yahudi Desak Muslim Kosongkan Al-Aqsha untuk Perayaan Paskah

Ini bukan pertama kalinya poster serupa terpampang di pintu Masjid al-Aqsha.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah
(File Foto) Suasana Dome of The Rock di kompleks Al Aqsa, Yerusalem, Palestina beberapa waktu lalu.
Foto: Oded Balilty/AP
(File Foto) Suasana Dome of The Rock di kompleks Al Aqsa, Yerusalem, Palestina beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Sejumlah kelompok Yahudi pada Selasa (27/3) waktu setempat meminta umat Muslim mengosongkan titik kumpul di kompleks Masjid al-Aqsha di Yerusalem Timur pada Jumat (30/3) mendatang. Hal itu karena kaum Yahudi akan memperingati hari raya Paskah Yahudi.

Terdapat poster yang dipasang di salah satu gerbang kompleks. Dalam lembaran poster itu tertulis langkah untuk mengosongkan kompleks masjid untuk memungkinkan orang-orang Yahudi melaksanakan peringatan kebangkitan Yesus atau disebut Paskah.

"Ini dalam rangka mendukung pelaksanaan kewajiban agama Yahudi, yang mengorbankan persembahan Paskah di Temple Mount (kompleks Aqsha)," demikian isi yang tertulis di poster, seperti dilansir di Anadolu Agency, Rabu (28/3).

Ini bukan pertama kalinya poster serupa terpampang di pintu Masjid al-Aqsha sebelum perayaan Paskah Yahudi, yang jatuh pada 30 Maret hingga 7 April. Perayaan Paskah, yang memperingati peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir pada 1513 sebelum Maseh, dianggap sebagai salah satu hari libur terpenting dalam kalender keagamaan Yahudi.

Selama sepekan terakhir, kelompok pemukim Yahudi telah meminta pengikutnya berkumpul di kompleks al-Aqsha dalam jumlah besar untuk memperingati perayaan Paskah. Tahun lalu, lebih dari 1.500 pemukim Yahudi ekstremis memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsha selama hari Paskah.

Bagi Muslim, al-Aqsha mewakili situs ketiga paling suci di dunia. Sementara, orang Yahudi, mereka merujuk daerah itu sebagai Gunung Bait Suci (Temple Mount), yang diklaim adalah situs dari dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967. Mereka menguasai seluruh kota pada 1980 dan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negara Yahudi. Meskipun, langkah itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement