Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Buleleng Integrasi Dewa Wisata Bali Aga dengan Pantai Lovina

Senin 18 Mar 2019 07:33 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pantai Lovina di Bali Utara. (Ilustrasi)

Pantai Lovina di Bali Utara. (Ilustrasi)

Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana
Infrastruktur jalan di Bali Aga rusak parah.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGARAJA -- Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali akan mengintegrasikan desa wisata di desa-desa tua di wilayah Bali Aga di Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Desa Banyuseri, dengan kawasan wisata Lovina yang sudah terkenal.

Baca Juga

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan para investor jarang mau berinvestasi di wilayah Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawan dan Banyusri  atau dikenal dengan wilayah SCTPB itu karena infrastruktur, seperti jalan yang sangat rusak.

"Namun, secara bertahap, jalan di wilayah ini diperbaiki sehingga bisa menjadi seperti sekarang sehingga interaksi masyarakat di SCTPB menjadi lebih maju, dan pariwisatanya bisa dihubungkan dengan kawasan Pantai Lovina di bagian bawah," kata Suradnyana, Ahad (17/3).

Untuk menyiapkan pariwisata yang terintegrasi tersebut, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh perbekel di wilayah SCTPB bersama dengan Dinas Pariwisata untuk melakukan kajian. Ketika mendampingi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta ke Desa Pedawa dan Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng, dalam bedah rumah di dua desa itu (14/3), ia menjelaskan draf dan model wisata dari hasil kajian itu akan didiskusikan dengan Bupati Badung.

photo

Pura di pantai Lovina.

"Saat pertemuan itu, Bupati Giri Prasta menilai Desa Tigawasa dengan potensi alam yang cukup menarik sangat berpeluang menjadi salah satu desa wisata di Buleleng," katanya mengutip Bupati Badung yang menyebut beberapa syarat desa wisata yang berhasil.

Syarat dimaksud antara lain adanya home base tourism, ada objek pengembangan wisata, seperti agrowisata atau wisata pertanian/perkebunan, health tourism (wisata berbasis kesehatan), ekowisata, dan wisata budaya (culture tourism). Selain itu, terlebih dahulu harus dibuat desain dan konsep dengan baik sehingga desa wisata tidak kehilangan arah dalam pengembangannya. Selanjutnya, pengembangan desa wisata itu harus sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh desa yang bersangkutan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA