Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Dompet Dhuafa Pastikan Program-Programnya Sejalan SDGs

Kamis 24 Jan 2019 21:54 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Warga mengalirkan air dari instalasi yang dibangun Dompet Dhuafa di Dusun Nyiur Setinggi, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Warga mengalirkan air dari instalasi yang dibangun Dompet Dhuafa di Dusun Nyiur Setinggi, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Foto: dok DD
SDGs merupakan agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Program-program pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswah) Dompet Dhuafa berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). SDGs merupakan agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. 

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan, mengatakan, Dompet Dhuafa telah membuat program keuangan mikro syariah.

Selain itu, kata dia, Dompet Dhuafa juga membuat program pemberdayaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM. Melalui program tersebut Dompet Dhuafa telah berkontribusi terhadap SDGs tujuan ke-1, yakni tanpa kemiskinan (no poverty).

"Dompet Dhuafa juga memberikan layanan medis kuratif di klinik dan rumah sakit, juga menjalankan serangkaian program promotive kesehatan yang mendukung pemenuhan target-target SDGs (tujuan ke-3, kehidupan sehat dan sejahtera atau good health and well being)," kata Imam saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Menyoal Lambatnya Pemulihan Lombok" di Bakoel Koffie, Kamis (24/1).  

Ia menerangkan, Dompet Dhuafa juga memberikan layanan sekolah gratis setingkat SMP dan SMA.

Selain itu memberikan beasiswa pendidikan pelajar miskin berprestasi dan menjalankan program peningkatan kapasitas guru.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-4, yakni pendidikan berkualitas (quality education).  

Dompet Dhuafa memiliki program pelatihan soft skill bagi pemuda miskin. Seperti pelatihan montir, servis ponsel, menjahit, salon dan lain-lain.

Dompet Dhuafa juga menciptakan lapangan pekerjaan melalui program agroindustri padat karya dan program pemberdayaan disabilitas.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan-8, yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (decent work and economic growth). 

"Dompet Dhuafa juga memiliki program rumah industri nanas Subang yang padat karya dan menyerap produksi nanas masyarakat," jelasnya.

Imam menambahkan, selain program rumah industri, Dompet Dhuafa juga membantu keuangan mikro. Serta pembangunan akses jalan dan jembatan utama yang putus di pedesaan.

Program-program tersebut sejalan dengan SDGs tujuan ke-9, yakni Industri, inovasi dan infrastruktur (industry, inovation and infrastructure). 

Dompet Dhuafa juga menaruh perhatian terhadap lingkungan. Dompet Dhuafa memiliki program sedekah pohon, penanaman pohon produktif, penanaman di daerah longsor dan penanaman mangrove.

Serta memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana. Hal ini sejalan dengan SDGs tujuan ke-13, yakni penanganan perubahan iklim (climate action). 

Imam mengatakan, Dompet Dhuafa juga memiliki program yang sejalan dengan SDGs tujuan ke-16 yakni perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh (peace, justice and strong institutions).

Programnya berupa Pusat Bantuan Hukum Dompet Dhuafa yang melayani kebutuhan hukum dhuafa. Serta Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) untuk kajian kebijakan publik yang pro-poor.  

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA