Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Digitalisasi Zakat, Baznas Targetkan Peningkatan 15 Persen

Kamis 20 Dec 2018 16:28 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gita Amanda

Public Expose Puskas BAZNAS 2018 bertema Refleksi Pengelolaan Zakat Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0.

Public Expose Puskas BAZNAS 2018 bertema Refleksi Pengelolaan Zakat Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0.

Foto: dok. Baznas
Pada 2020 perolehan lembaga zakat dan amil diperkirakan 30 persen dari digital.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggencarkan digitalisasi zakat. Hal ini untuk mempermudah para pegiat zakat dalam melakukan pemberian zakat.

Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta mengajak seluruh lembaga amil zakat untuk melirik era digital. Melalui digitalisasi, Baznas meningkatkan target zakat tahunan.

"Saya berharap 10-15 persen akan kita tambahkan pengumpulan zakat nasional, melalui berbagai program layanan digital," kata Arifin di Hotel Horison, Kota Bandung, Kamis (20/12).

Dia menyebut, kampanye kesadaran berzakat bagi masyarakat bisa ditingkatkan. Peningkatan tersebut, lanjut Arifin, dapat melalui kanal komunikasi dan kanal pembayaran dari program digital yang dikembangkan sendiri oleh lembaga amil zakat maupun kerja sama dengan e-commerce.

Arifin meyakinkan bahwa tidak ada hambatan dari perubahan ini. Sebab yang berubah adalah perilaku muzaki dan amil yang bertemu via ponsel dan gawai lainnya.

"Saya kira kini semua akan beralih ke digital. Kita yakini tahun depan kita bisa mendapatkan perolehan khusus dari layanan sebesar 52 persen dan pada 2020 perolehan lembaga zakat dan amil akan 30 persen dari digital," terangnya.

Sementara ini, ketua Forum Zakat, Bambang Suherman menuturkan, sasaran dari digitalisasi zakat ini adalah masyarakat tengah. Dia mengakui perspektif masyarakat perkotaan memiliki latar berpendidikan yang baik.

"Era digital itu kita bisa meyakinkan publik bahwa dinamika pengelolaan zakat ini akuntabel dan transparan," kata Bambang.

Sehingga dari sana para pegiat zakat menginformasikan bahwa digitalisasi zakat dapat diterima dengan baik. Keterbukaan tersebut menjadi salah satu kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat via digital.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA