Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kurban, Ibadah yang Menyatukan

Sabtu 01 Sep 2018 14:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

IZI bersama masyarakat bergotong royang menunaikan ibadah kurban.

IZI bersama masyarakat bergotong royang menunaikan ibadah kurban.

Foto: IZI
Ibadah kurban menunjukkan rasa syukur kepada Allah dan wewujudkan tolong menolong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurban bukan hanya soal ibadah. Di dalam pelaksanaan kurban ini juga ada hikmah yang dalam. Bagi orang yang berkurban, hikmah kurban ini adalah menambah kecintaan kepada Allah, menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah, menunjukkan rasa syukur kepada Allah dan wewujudkan tolong menolong, kasih mengasihi dan rasa solidaritas.

Adapun hikmah kurban bagi yang menerima daging kurban adalah menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah serta bertambah semangat dalam berbuat kebaikan. Secara umum, hikmah kurban adalah memperkokoh tali persaudaraan serta menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran beragama baik bagi orang yang mampu maupun yang belum mampu.

Direktur pendayagunaan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Nana Sudiana mengatakan di tengah masyarakat yang belum lama terguncang gempa seperti di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan ini, kurban adalah ibadah yang nyata menyatukan berbagai kalangan. "Entah dia miskin atau kaya, semua ingin terlibat dan membantu aktivitas qurban yang kami sedang lakukan," kata dia.

Rumah-rumah di luar Desa Dangiang kondisinya tak jauh berbeda dengan Desa Dangiang. Ribuan rumah hancur, luluh lantak dengan tanah dan ribuan orang mengungsi karena tak bisa ada lagi bagian rumah yang bisa dijadikan tempat mereka bernaung.

Diantara sumber hewan kurban yang IZI kelola di sini, sebanyak 15 hewan kurban merupakan amanah dari Sebuah komunitas Muslim di Eropa. Warga sekitar tempat pemotongan sapi sangat antusias.

"Mereka hadir dan menyaksikan, juga sebagiannya membantu apa saja. Mulai menyembelih, memotong-motong daging qurban agar menjadi berukuran lebih kecil, melakukan pengepakan dan juga membantu melakukan distribusi daging kurban," kata dia.

Masalah yang dihadapi, kata dia, adalah soal limbah dan air bersih. Inilah sebabnya IZI tak sembarangan melakukan penyembelihan di tempat terbuka, khawatir justru menjadi sumber pencemaran dan menjadi penularan berbagai macam penyakit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA