Rabu 18 Jul 2018 19:30 WIB

Baznas Salurkan Rp 2,1 Miliar untuk Pengungsi di Yordania

Bantuan ini guna membantu kehidupan para pengungsi Palestina, Yaman dan Suriah.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda
Bantuan dari Baznas untuk pengungsi di Yordania
Foto: Baznas
Bantuan dari Baznas untuk pengungsi di Yordania

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan bantuan dana sebesar 150 ribu dolar AS atau setara Rp 2,1 miliar kepada lembaga nonpemerintah asal Yordania, The Jordan Hashemite Charity Organization for Relief and Development (JHCO). Bantuan ini guna membantu kehidupan para pengungsi Palestina dan Suriah yang tinggal di Yordania.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan penduduk Yordania terbilang sedikit hanya enam juta orang. Namun, pengungsi mencapai tiga juta penduduk yang berasal dari Palestina, Libya, Yaman dan Suriah.

“Telah diserahkan bantuan dana dari Baznas untuk para pengungsi Palestina dan Suriah di Yordania. Bantuan ini diharapkan bisa diikuti negara lain,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Baznas, Rabu (18/7).

Sebelumnya, pada tahun ini, Baznas juga telah menyerahkan bantuan dana kepada Agensi PBB untuk Pengungsi Palestina, yakni The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) sebesar 150 ribu dolar AS.

“Jadi di tahun ini kami sudah memberikan dana 300 ribu dolar AS atau Rp 4,2 miliar kepada UNRWA dan JHCO untuk membantu para pengungsi," katanya.

Bambang menyebut, para pengungsi membutuhkan bantuan karena kondisi mereka saat ini masih sangat memprihatinkan, terlebih jika  musim dingin tiba. Baznas juga menggandeng sejumlah lembaga dunia, baik dari Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) maupun NGO lainnya untuk memastikan para pengungsi dapat hidup layak.

"Melalui kerjasama dengan berbagai pihak, Baznas juga aktif membantu berbagai isu kemanusiaan dunia," katanya.

Sementara Sekretaris Jenderal JHCO, Ayman R Al Mufleh menambahkan amanah dana bantuan dari Baznas akan disampaikan kepada para pengungsi Palestina dan Suriah di Yordania. “Kami akan sampaikan amanah ini kepada delapan mustahik (penerima zakat). Sekaligus semoga ini bisa jadi tali pererat hubungan antara kami dengan Baznas," kata Ayman.

Bantuan tersebut akan diberikan kepada para pengungsi dalam bentuk penambahan tenaga kesehatan di kamp-kamp pengungsian, penambahan peralatan medis, obat-obatan, makanan, pakaian dan disediakannya fasilitas pendidikan.

“Bantuan diberikan dalam bentuk fasilitas kesehatan dan pendidikan," tuturnya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement