Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Islamic Financial Safety-net dan Kesejahteraan Masyarakat (2)

Kamis 08 May 2014 10:11 WIB

Red: Chairul Akhmad

Pembagian zakat.

Pembagian zakat.

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah/cha

Oleh: Dr Dadang Muljawan*

Agar mencapai sasaran secara efektif dan efisien, pembukaan akses keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro harus pula diikuti oleh program peningkatan keahlian agar mereka bisa mencapai kualitas produksi barang dan jasa yang diterima oleh masyarakat luas.

Beberapa lembaga internasional seperti GTZ (dari Jerman) dan IFC telah memfokuskan beberapa kegiatannya untuk ikut membangun sektor ini.

Dalam proses penilaian kondisi keuangan (Financial Sistem Assessment Program) yang dilaksanakan oleh World Bank dan IMF, keberadaan lembaga-lembaga keuangan yang dapat memberikan dukungan terhadap program financial inclusion juga mendapatkan perhatian khusus.

Lembaga-lembaga keuangan tersebut dianggap sebagai komponen pelengkap dalam menjaga kesinambungan perekonomian suatu negara.

Islamic financial safety-net
Sistem keuangan Islam, secara struktural menawarkan satu komponen yang tidak tersedia dalam sistem keuangan umum (baca: konvensional). Keberadaan sistem zakat dan awqaf bisa dijadikan suatu komponen pendukung utama dalam program financial inclusion and poverty alleviation selain bertumpu pada lembaga keuangan mikro.

Dengan konsep transfer sebagian kekayaan secara utuh, sistem zakat dan awqaf jika dikelola dengan efisien dan amanah, akan memberikan peluang kepada pemerintah untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesempatan usaha, tanpa menimbulkan potensi gangguan sistemik mengingat sumber dana yang digunakan telah sepenuhnya diserahkan kepada pengelola dana.

Namun demikian, berjalannya sistem zakat dan awqaf sangat tergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga itu, selain juga kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban religiusnya untuk berbagi kesempatan dengan sebagian elemen masyarakat yang membutuhkan dukungan modal.

*Ekonom Senior IRTI – IDB dan Peneliti Tamu FEM IPB




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA