Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Dompet Dhuafa Bangun Instalasi Air Bersih di Lombok

Kamis 24 Jan 2019 09:26 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Friska Yolanda

Warga mengalirkan air dari instalasi yang dibangun Dompet Dhuafa di Dusun Nyiur Setinggi, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Warga mengalirkan air dari instalasi yang dibangun Dompet Dhuafa di Dusun Nyiur Setinggi, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Foto: dok DD
Wilayah Gangga memiliki masalah dalam hal ketersediaan air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasca bencana gempa yang mengguncang wilayah Lombok pertengahan tahun lalu, kini kehidupan warga terdampak terus membaik. Walau gempa telah meluluhlantahkan rumah mereka, namun semangat melanjutkan hidup para warga sangatlah tinggi.

Dompet Dhuafa yang telah terjun mulai saat tanggap darurat, tidak tinggal diam dan tetap mengawal hingga saat ini, di fase pemulihan. Salah satu yang menjadi fokus bantuan adalah pengadaan air bersih.

Melalui program Air Untuk Kehidupan, Dompet Dhuafa berhasil menyelesaikan pembangunan instalasi air bersih untuk warga Dusun Nyiur Setinggi, Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Wilayah Gangga memang memiliki masalah dalam hal ketersediaan air bersih.

Wilayah tersebut sedikit berbeda dengan wilayah Lombok lain, yang hijau dan subur. Wilayah Gangga lebih gersang, terlebih setelah terjadinya gempa, air bersih menjadi entitas paling dicari oleh penyintas. Pipa penyalur air bersih dari mata air terputus karena gempa.

Dari kondisi tersebut, di beberapa wilayah para penyintas terpaksa harus mengeluarkan uang sekitar Rp 100ribu untuk satu tandon air. Mobil penyedia air juga hanya datang seminggu sekali sehingga warga harus sangat menghemat air yang ada. Tidak jarang, warga terpaksa memanfaatkan air yang kurang bersih dari kolam-kolam darurat yang dibuat warga sendiri.

"Kami berterima kasih atas pembangunan ini. Memang setelah gempa aliran perpipaan yang ada di dusun (Nyiur Setinggi) terputus, lantaran akibat tertimbun longsoran," ujar Kepala Dusun Nyiur Setinggi, Suparman, dalam keterangan pada Kamis (24/1).

Fasilitas instalasi air bersih yang dibangun meliputi pembuatan bak penangkap berkapasitas 2.200 Liter, pipanisasi sepanjang 1.000 meter, dan pemasangan bak penampung berkapasitas total 1.300 Liter. "Dengan adanya fasilitas air bersih, warga tidak lagi mengonsumsi air kotor dari kolam-kolam darurat yang dibuat," lanjutnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA