Rabu 14 Nov 2018 08:48 WIB

Transformasi Filantropi, dari Kotak Amal ke Barcode

Inovasi baru filantropi bisa terkait tata cara menyumbang atau menolong sesama.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Andi Nur Aminah
Filantropi Islam (ilustrasi).
Foto: Wordpress.com
Filantropi Islam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2018 yang akan digelar pada 15-17 November mendatang, masyarakat akan dikenalkan dengan gaya baru filantropi. Seperti apakah? Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia, Hamid Abidin mengatakan bersamaan dengan perkembangan teknologi di era digital, pihaknya bertujuan untuk menghadirkan inovasi baru terkait tata cara menyumbang atau menolong sesama.

"Ada banyak inovasi terkait filantropi, kami akan memberi gambaran transformasi filantropi di Indonesia dari yang konvensional mengarah ke digital. Kalau dulu mungkin pakai kotak amal, sekarang bisa manfaatkan teknologi digital seperti menggunakan barcode bahkan nyumbang dengan kuota," kata Hamid saat dihubungi, Selasa (13/11).

Baca Juga

Selain itu, dalam FIFest 2018 nanti, secara khusus akan menampilkan peran filantropi milenial yang peran dan kontribusinya di sektor filantropi terus meningkat dalam lima tahun terakhir. "Filantropi biasanya identik dengan orang kaya, orang tua atau pensiunan baru bikin yayasan atau kegiatan sosial. Sekarang di Indonesia sedang trend anak-anak muda menjadikan filantropi sebagai gaya hidup," kata dia.

Melalui festival ini masyarakat mendapatkan gambaran mengenai peran dan kontribusi lembaga-lembaga filantropi di Indonesia dalam mengatasi masalah sosial. Festival Filantropi diikuti lembaga-lembaga filantropi nasional dan global. Ada juga elegasi filantropi dari Cina, Amerika Serikat, India, Colombia dan Singapura. Mereka akan hadir untuk berbagi inovasi, pengalaman serta menjajaki kemitraan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement