Senin 30 Apr 2018 05:53 WIB

BMH-IMS Bantu Korban Gempa Banjarnegara

Korban gempa bumi di Banjarnegara masih trauma dan khawatir gempa susulan.

Suasana pengobatan korban bencana gempa Banjaranegara.
Foto: Dok BMH
Suasana pengobatan korban bencana gempa Banjaranegara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA --  Lembaga zakat nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mempunyai salah satu program tanggap bencana. Sebagai bentuk kepedulian, BMH bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS), dan SAR Hidayatullah mengadakan program pengobatan kepada para pengungsi gempa bumi di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng),  Jumat (27/4).

Kegiatan ini merupakan keterpangilan BMH-IMS untuk terus hadir dengan berkontribusi melakukan pengobatan gratis kepada warga korban bencana alam gempa bumi Banjarnegara. "Alhamdulillah, pada Jumat (27/4), BMH-IMS dapat mengadakan pengobatan bersama warga," ujar Amil BMH Jateng, Hengki melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Sabtu (28/4).

Ia menambahkan, sampai saat ini, warga masih enggan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing dan lebih memilih untuk tetap berada di tenda pengungsian. Sampai Jumat (27/4),   ada 39 KK yang masih berada di tenda pengungsian. Tepatnya di shelter TPQ Dusun Kebakalan, Desa Kertosari, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara.

photo
Korban gempa Banjarnegara antre giliran untuk berobat.

Menurut koordinator pengungsian, Supri, masalah saat ini yang dirasakan para pengungsi yakni menghilangkan trauma hidup. “Sampai saat ini masih banyak warga yang masih susah untuk kembali hidup tenang. Sebab,  gempa susulan yang masih terus terjadi, membuat warga dalam kondisi selalu was-was,” ujarnya.

Dr Zaini dari IMS mengakui, kondisi seperti ini memang akan banyak memberikan tekanan psikologis bagi korban. Ketidaksiapan mental bagi korban menjadi pemicu berbagai penyakit akan mudah menyerang warga. “Olehnya itu, IMS hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat dengan mengadakan pengobatan massal," jelas dr Zaini.

Salah seorang warga, Yanti mengucapkan terima kasih atas bantuan BMH-IMS.  "Terima kasih sudah memberikan pengobatan kami. Sekarang ini memang banyak di antara pengungsi yang mengalami batuk-pilek," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement