Senin 12 Feb 2018 15:46 WIB

Lazismu Gelar Bedah Rumah di Sleman

masih banyak rumah yang tak layak huni mendorong kegiatan bedah rumah ini.

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Gita Amanda
Lazismu melakukan bedah rumah di Sleman.
Foto: Eric Iskandarsjah Z/REPUBLIKA
Lazismu melakukan bedah rumah di Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Masih adanya masyarakat yang hidup di rumah yang tak layak huni mendorong Lazismu melakukan kegiatan bedah rumah. Kegiatan itu kali ini dilakukan di Desa Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman.

Rumah yang dilakukan perbaikan adalah rumah milik Sukino, yang merupakan kepala keluarga atas istri dan empat anaknya. Ketua Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan, Eko Susetyoharso, mengatakan kegiatan yang baru pertama kali digelar oleh Lazismu PCM Kalasan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang masih memiliki keterbatasan ekonomi.

"Rumah milik Sukino ini sudah tak layak huni. Rangka yang terbuat dari bambu pun sudah mulai miring," ujarnya kepada Republika.co.id, Senin (12/1). Selain itu, saat hujan tiba, kebocoran atap pun terjadi di beberapa titik.

photo
Lazismu melakukan bedah rumah.

Mengingat saat ini curah hujan sedang cukup tinggi, lanjutnya, maka saat ini adalah momen yang tepat untuk menghadirkan rumah yang lebih layak huni bagi Sukino. Ditargetkan, rumah yang lebih layak akan dapat dinikmatin oleh Sukino sekeluarga dalam dua bulan ke depan.

Bedah rumah yang dilakukan kali ini adalah dengan membangun rumah baru, kata dia. Rumah baru itu didirikan di atas lahan miliki istri Sukino yang terletak di depan rumahnya saat ini.

Selama ini, Sukino yang merupakan buruh bangunan itu berteduh dalam rumah berukuran 3 x 6 meter. Tak heran, kamar tidur semua anggota keluarga pun menjadi satu dalam ruangan utama, yang sekaligus menjadi ruang keluarga.

Tak lama lagi, Sukino dapat tinggal di rumah baru yang lebih kokoh dengan dimensi 9x6 meter. Rencananya, rumah itu akan dilengkapi dengan tiga kamar tidur serta dapur dan kamar mandi yang lebih layak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement