Selasa 26 Dec 2017 22:13 WIB

BMH-Basarnas Gelar Workshop Penanggulangan Bencana Alam

Suasana workshop penanggulangan bencana yang diadakan oleh BMH dan Basarnas.
Foto: Dok BMH
Suasana workshop penanggulangan bencana yang diadakan oleh BMH dan Basarnas.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bencana alam di Indonesia merupakan suatu kejadian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Bencana bisa terjadi secara tiba-tiba di manapun juga. Karena itu, kesiapan dalam segala hal, termasuk kesigapan membantu evakuasi korban dan kelanjutan hidup masyarakat pasca bencana menjadi sisi penting yang mesti dipersiapkan sebaik mungkin.

Terkait hal tersebut, Laznas BMH sebagai lembaga yang juga terdepan dalam beragam program sosial kemanusiaan, terus berupaya meningkatkan kapasitasnya agar mampu memberikan layanan terbaik terhadap masyarakat terdampak bencana.

Sejauh ini, BMH hadir di setap bencana alam bersama dengan SAR Hidayatullah. “Oleh karena itu, dalam workhsop yang berlangsung di Ciawi Bogor, Ahad (24/12),  BMH mempertemukan Basarnas dan SAR Hidayatullah sebagai tim lapangan,” kata  Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Pusat, Dede HB dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (26/12).

Dari sisi medis, BMH selalu hadir bersama Islamic Medical Service (IMS). “Oleh karena itu, Basarnas, SAR Hidayatullah, BMH dan IMS bersepakat menggelar workshop penanggulangan kebencanaan dengan tema  ‘Terampil, Solutif dan Berkelanjutan’,” tuturnya.

Kepala Divisi Operasi,  Direktorat Operasi Kantor Pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Reno Budiharto  menyampaikan,  program ini sangat relevan diadakan mengingat BMH bersama SAR Hidayatullah selalu hadir di setiap kejadian bencana di Tanah Air.

“Saya mengapresiasi keterlibatan BMH melalui SAR Hidayatullah di setiap lokasi bencana.  Aalaupun selama ini memang SAR Hidayatullah cenderung lebih banyak terlibat hanya saat kejadian bencana alam, belum terlibat secara menyeluruh terkait tugas dan fungsi Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR),” ucapnya.

“Walaupun demikian, teruslah berbuat untuk memberi manfaat sebnyak-banyaknya bagi masyarakat. Basarnas sangat terbuka dan siap menerima keterlibatan SAR Hidayatullah bersama dengan kami melakukan aktifitas pencarian dan pertolongan ketika terjadi bencana,” imbuhnya.

Kepala Divisi Operasi SAR Hidayatullah Pusat Ahmad Hamim mengemukakan,  sejatinya SAR Hidayatullah selama ini tidak saja hadir saat bencana tetapi juga terlibat aktif pada fase recovery.

“SAR Hidayatullah tidak hanya melaksanakan fungsi tanggap bencana secara fisik. Bersama BMH, kami juga melakukan aktifitas recovery mental para korban bencana, berupa kegiatan trauma healing.  Bergerak bersama-sama menjadi manusia yang bermanfaat dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tuturnya.

Sedangkan IMS sebagaimana fungsi utamanya dari sisi medis, selalu sinergi bersama BMH dan SAR Hidayatullah untuk memberikan layanan kesehatan pada masa recovery.

Dede HB menjelaskan, selama ini BMH telah terlibat dalam  berbagai program kemanusiaan, setidaknya sejak terjadinya bencana alam Tsunami Aceh 2004. Bahkan terakhir ketika terjadi bencana alam selama tahun 2016 ini mulai dari gempa Pidie Jaya, banjir bandang Bima, dan banjir bandang Garut.

“Juga  bencana alam lainnya pada bulan-bulan terakhir ini, seperti erupsi Gunung Agung, banjir bandang Gunung Kidul, Pacitan dan lainnya,” tuturnya.

 Dalam workshop tersebut Basarnas menyegarkan kembali soal regulasi yang meliputi Peraturan Kepala Basarnas Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Pencarian dan Pertolongan Nasional hingga International SAR Advisory Group (INSARAG).

Selain itu juga disampaikan oleh Basarnas terkait tiga  tingkat keadaan darurat (Emergency Phases) yang meliputi meragukan, mengkhawatirkan, dan darurat. Dilanjutkan dengan lima tahap berikutnya yang meliputi, menyadari, tindak awal, perencanaan, operasi, dan akhir tugas.

"Workshop ini sangat penting, selain untuk menguatkan sisi regulasi dan langkah-langkah penangangan, juga mempererat silaturahim BMH, SAR Hidayatullah, IMS dan Basarnas. Di mana sejatinya, silaturahim inilah yang akan memudahkan garis koordinasi berjalan dengan baik di lapangan," terang Dede HB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement