Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Serunya Berbagi Bersama di Lumbung Desa Cigalontang Tasik

Selasa 20 Jun 2017 15:33 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sinergi Foundation berbagi bersama di Lumbung Desa Cigalontang.

Sinergi Foundation berbagi bersama di Lumbung Desa Cigalontang.

Foto: Sinergi foundation

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sore hari di kampung Cibaeud sudah benar-benar ramai. Semua warga berkumpul di Masjid Al Hidayah, meninggalkan rumah-rumah mereka kosong dan terkunci rapat. Dari jauh, telah terdengar tabuhan rebana mengiringi iring-iringan shalawat yang dibawakan Forum Remaja Cibaeud (Formaci).

Semua terpukau, sesekali berbincang mengomentari penampilan marawis itu. Lantunan shalawat itu mengawali helatan 'Berbagi Buka Puasa'  bersama di sana. Sinergi Foundation menyalurkan paket Berbagi Buka Puasa untuk masyarakat kampung Cibaeud, Cigalontang Tasikmalaya, Ahad (18/6). Sekitar 320 orang warga yang mayoritas adalah dhuafa ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah, acaranya meriah. Ini menjadi ajang silaturahim, dan mengeratkan ukhuwah dengan sesama masyarakat. Semoga menjadi berkah,” kata Umi, salah seorang warga.

Sebelum kegiatan buka puasa dimulai, Sinergi Foundation juga membagikan bingkisan hari raya untuk anak-anak yatim, kalangan jompo, dan guru mengaji di sekitar kawasan Lumbung Desa tersebut.

Acara yang meriah di Cigalontang itu ditutup dengan Khataman Al Quran 30 Juz secara bersama-sama usai makan bersama dan shalat tarawih. Seperti diketahui, lumbung desa merupakan program yang digagas Sinergi Foundation guna mewujudkan ketahanan pangan dengan memberdayakan pedesaan. Saat ini sudah ada program percontohan Lumbung Desa seperti di Compreng Subang, Cigalontang Tasikmalaya, dan Ciwangi Garut. Program itu dan akan terus berkembang di sejumlah daerah di Indonesia.

Salah seorang mustahik yang juga guru mengaji, Edah Sayyidah, mengucapkan rasa syukurnya. “Terima kasih, bingkisan hari raya ini akan saya pakai sebaik-baiknya,” katanya.

Ia telah mengajar di Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDT) setempat selama 19 tahun. Mulanya tak dibayar, namun dengan keberadaan Lumbung Desa Cigalontang yang kian maju dan menyejahterakan warga sekitar, Lumbung Desa mampu membiayai gaji para pengajar dan menyubsidi biaya operasional sekolah. Ini semakin memantik semangat mengajarnya.

Hal senada dikatakan Rosana, seorang yatim yang mendapat 'Kado Lebaran' untuk Yatim Dhuafa. Ia mengaku senang mendapat tas sekolah dan aneka bingkisan untuk hari raya kelak.

“Alhamdulillah, saya tak perlu lagi membeli tas sekolah,” kata siswi yang baru akan menduduki bangku SMP ini.

Selama ini, ia hidup sederhana. Ayah Rosana meninggal karena sakit asma yang dideritanya. Kini, ia hidup bersama seorang ibu dan kakak-kakaknya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB