Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Wakaf Produktif Belum Cukup Memasyarakat

Kamis 08 Des 2016 11:52 WIB

Red: Agus Yulianto

Badan Wakaf Indonesia

Badan Wakaf Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyatakan sebagian masyarakat belum cukup memahami tentang wakaf. Ke depan, penting menjelaskan kepada para 'nazhir' yang jumlahnya terus bertambah, terkait perkembangan wakaf produktif yang telah berkembang pesat di Indonesia.

"Sejauh ini, sedikitnya 168 lembaga 'nazhir' yang terdaftar di BWI, baik yang berbadan hukum yayasan maupun yang berbadan hukum koperasi," kata Ketua BWI Slamet Riyanto di Jakarta, Kamis (8/12).

Perkembangan wakaf produktif di Indonesia sudah cukup pesat akhir-akhir ini. Itu bisa dilihat dari banyaknya lembaga-lembaga nazhir yang telah mempunyai aset wakaf yang produktif dan menghasilkan surplus untuk disalurkan sesuai dengan tujuan wakaf, yaitu kemaslahatan masyarakat di bidang peribadatan, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

Sekarang ini sudah ada aset wakaf produktif klinik kesehatan (nazhir Rumah Wakaf); wakaf produktif perkebunan (nazhir Wakaf Bani Umar, Wakaf Al Azhar); ada aset wakaf produktif rumah sakit (nazhir Dompet Dhuafa); wakaf bus transportasi (nazhir Wakaf Al-Azhar); wakaf hotel (nazhir Daarut Tauhiid); wakaf produktif menara dan gedung perkantoran (nazhir Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa, Global Wakaf, Dompet Dhuafa, PBMT Indonesia); wakaf produktif rumah makan (nazhir Sinergi Foundation, Wakafpro).

Masih banyak lagi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, masih banyak juga ide-ide dan program-program wakaf produktif dari para nazhir yang belum terwujud karena masih dalam proses atau karena terbentur pembiayaan dan lain-lain. Misalnya program wakaf produktif Global Wakaf Tower (Global Wakaf), kata mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umarah (PHU) itu.

Meski perkembangan wakaf produktif di Indonesia sudah pesat, kata Slamet, tapi masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami tentang wakaf produktif sehingga mereka pun luput untuk menerapkan konsep wakaf produktif ini dalam pengelolaan aset wakaf di lingkungan mereka. "Inilah salah satu hal yang menjadi perhatian BWI dan para nazhir besar di Indonesia," ungkapnya.

Slamet berharap, hadirnya forum wakaf produktif ini bisa membuat gerakan wakaf produktif dapat mendorong masyarakat untuk menghimpunan wakaf semakin besar, dan manfaat wakaf semakin dirasakan masyarakat.

Sebelumnya BWI meluncurkan Wakaf Produktif bekerja sama dengan BNI Syariah, Mandiri Syariah, CIMB Niaga Syariah, Dompet Dhuafa, Wakaf Al Azhar, Global Wakaf, Rumah Wakaf, Perhimpunan BMT Indonesia, Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa, Sinergi Foundation/Wakafpro 99, Wakaf Daarut Tauhiid, dan Wakaf Bani Umar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA