Kamis 13 Nov 2014 02:35 WIB

Lazis DDII Latih Anak-Anak Dhuafa Jadi Ahli Mesin

Rep: Hanan Putra/ Red: Agung Sasongko
Dhuafa
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Dhuafa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berangkat dari niat mulia untuk memberdayakan anak-anak muda dari kaum dhuafa, Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah  Dewan Dakwah Islam Indonesia (LAZIS-DDII) menjalankan program

Balai Latihan Kerja (BLK). BLK atau Pusdiklat DDII yang telah berjalan hampir dua tahun ini melatih anak-anak dhuafa agar memiliki keahlian dibidang mesin.

Penanggungjawab BLK DDII tersebut, Abdul Aziz mengatakan, pendidikan yang didapatkan anak-anak dhuafa tidak hanya berupa materi tentang permesinan. Anak-anak yang dilatih selama satu tahun tersebut diajak untuk bisa produktif. Hasilnya, berbagai produk dari besi seperti spare part automotif, bahan industri minuman, mesin kosmetik, mesin teksitil, dan peralatan dari besi lainnya bisa dihasilkan.

"Pokoknya, yang berkaitan dengan besi, Insya Allah kita membidangi itu," papar Abdul Aziz kepada ROL, Rabu (12/11).

BLK tersebut sejalan dengan tujuan awal LAZIS DDII yang menjadikan para mustahik zakat bisa produktif dan suatu saat nanti bisa menjadi muzakki. Aziz mengatakan, program tersebut gratis dan tanpa dipungun biaya sama sekali. Untuk biaya operasional mereka, semuanya bergantung kepada hasil penjualan produksi yang mereka hasilkan selama pusdiklat.

"Kita ingin membekali mereka dengan teknik permesinan dasar. Mudah-mudahan, selama satu tahun mereka dibina dan diasramakan, mereka bisa memiliki kapabilitas yang menjadikan mereka bisa pede diluar," paparnya.

Hingga saat ini, BLK DDII ini sudah berjalan satu tahun dengan penerimaan siswa baru setiap satu semester. Saat ini sudah memasuki angkatan ke-6 dengan 36 orang siswa. "Kita hanya menerima enam orang setiap satu semester. Ada 5 orang tenaga pengajar sekaligus bertindak sebagai manager operasional. Jadi mereka tidak murni hanya sebagai pengajar," jelasnya.

"Apa yang kita kelola masih sangat minim dan standar. Kita berusaha untuk selalu berkembang. Perlu diketahui, di Bekasi tempat BLK ini kan kota industri. Kebutuhan dari segi sklil teknik itu sangat di butuhkan. Alhamdulillah, alumni kita mampu menjawab itu," tambahnya.

Disamping melatih skil permesinan, para peserta dari remaja dhuafa tersebut juga dibina akhlak dan rohaninya. "Mereka ini kan diasramakan. jadi kita harapkan bisa baik akhlaknya, disamping skil mereka yang integratif dengan masalah permesinan. Intinya, bisa konprehensif antara emosional mereka dengan keterampilan yang dimiliki," tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement