Selasa 07 May 2019 13:00 WIB

Kehilangan Separuh Kaki, Tiara dapat Kesempatan Kedua

Tiara salah satu penerima bantuan kaki palsu sinergi Rumah Zakat dan beberapa pihak.

Tiara penerima bantuan kaki palsu sinergi dari The Little Giant, Nussa Official, Kitabisa.com dan Rumah Zakat.
Foto: Rumah Zakat
Tiara penerima bantuan kaki palsu sinergi dari The Little Giant, Nussa Official, Kitabisa.com dan Rumah Zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Tiara Sekarningrum, gadis usia 15 tahun yang sangat ceria, suka bergaul namun kurang mendengar nasehat orang tuanya. Tetapi setelah dia mengalami musibah, semua berubah. Setiap musibah pasti membuat orang tersebut bisa mengambil hikmah dan bangkit atau lebih memilih putus asa.

Namun Tiara panggilan akrabnya, lebih memilih mengambil hikmahnya dan mulai bangkit di kesempatan kedua baginya. Awal bertemu Tiara di rumahnya daerah Barengkrajan, Krian, Sidoarjo, dia menceritakan musibah yang mungkin tidak terlupa seumur hidupnya.

Baca Juga

Sore itu, tepatnya tengah tahun 2018 lalu, Tiara keluar rumah tanpa berpamitan ke ibunya. Padahal sore itu ibunda Tiara sedang mempersiapkan tahlilan untuk ayahnya yang meninggal 40 hari yang lalu. Dia menjemput temannya untuk mengajak mbonek atau istilah menonton pertandingan Persebaya, di Stadion Surabaya.

Ketika perjalanan berangkat, Tiara dibonceng temannya tanpa pengaman maupun kelengkapan berkendara. Dalam perjalanan sepeda motornya mengalami oleng dan menyenggol truk trailer di sampingnya.

Temannya hanya luka ringan, namun nahas Tiara kehilangan kaki kirinya. Telapak hingga mata kaki putus dan separuh tulang kakinya hancur. Temannya langsung membawanya ke Rumah Sakit, bersyukur nyawanya masih bisa tertolong.

Ketika mendengar kabarnya, Wahyu, ibunda Tiara lemas tak berdaya. Saat di rumah sakit pun, Tiara hanya bisa menangis dan meratapi kondisinya sekarang yang cacat seumur hidup. Tiara sempat ingin bunuh diri, namun hanya ibunya yang bisa menguatkannya.

Kini Tiara bagaikan mendapat kesempatan kedua, untuk melanjutkan hidup. Namun dia tidak mau melanjutkan sekolah, karena malu dengan teman-temannya dan tetangganya. Aktivitas sehari-harinya kini membantu serabutan dan jualan martabak mini di dekat rumahnya.

"Sempat beberapa kali diajak temannya untuk mbonek lagi, tapi saya biasanya hanya mengingatkan. Kalau nanti ada apa-apa, biar ditanggung sendiri," ujar ibunya dan dibalas senyum oleh Tiara.

Dia sangat senang ketika ditemui di rumahnya menerima bantuan kaki palsu atas sinergi dari The Little Giant, Nussa Official, Kitabisa.com dan Rumah Zakat. Dia salah satu penerima manfaat yang beruntung mendapatkan dari Program Nussa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement