Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Sultan Tekankan Pelaksana Pembangunan Imogiri Kurang Teliti

Jumat 22 Mar 2019 16:43 WIB

Red: Indira Rezkisari

Tim TRC BPBD DIY bersama relawan memasang terpal di area bekas tanah longsor kompleks Makam Raja Mataram, di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (22/3/2019).

Tim TRC BPBD DIY bersama relawan memasang terpal di area bekas tanah longsor kompleks Makam Raja Mataram, di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (22/3/2019).

Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Sultan meminta bagian bawah makam ditalut agar mencegah longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pelaksana pembangunan perluasan Makam Raja-raja di wilayah Pajimatan Desa Wukirsari Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY kurang teliti. Akibatnya sebagian wilayah makam mengalami longsor.

"(Pelaksana pembangunan) kurang teliti saja, karena bebannya besar. Mestinya dari awal di bawah itu ditalut," kata Sultan menanggapi longsornya bangunan makam Raja-raja Imogiri usai berkunjung ke lokasi terdampak bencana di Bantul, Jumat (22/3).

Longsor yang melanda wilayah Kedung Buweng Desa Wukirsari Imogiri juga mengakibatkan sebagian bangunan kompleks makam raja-raja Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat dan raja Kasunanan Solo sebagian longsor di sisi timur. Longsor tersebut terjadi pada Ahad (17/3) malam usai wilayah DIY dan Bantul diguyur hujan deras sejak pagi hingga malam, karena dampak badai siklon tropis Savana, di sisi lain longsornya tersebut menimpa sebagian rumah di bawahnya.

photo
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (tengah) meninjau desa yang terdampak banjir di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (22/3/2019).


Sultan mengatakan, seharusnya sebelum membangun kompleks makam raja Imogiri yang lokasinya di atas tebing itu dibangun talut untuk penguat bagian bawahnya. Pembangunan talut tapi tidak dilakukan sehingga mudah longsor.

"Itu (tanah di bawah makam) aus, ya... longsor gitu saja. Untuk penanganannya harus ditalut, nanti longsor lagi kalau tidak ditalut," katanya.

Sultan berharap, sebelum melakukan perbaikan bangunan makam terlebih dulu dibangun talut. Pekerjaannya bisa menggunakan dana keistimewaan (Danais) dan bukan dana taktis.

"Kalau itu (dana taktis) tidak bisa, namun kalau itu (Danais) dimungkinkan atau sini (Bantul) kan sudah ada dananya juga, yang penting cepat bisa diselesaikan," katanya.

Bangunan yang longsor itu berada di antara kompleks bangunan makam Sri Sultan HB IX dengan tangga dan juga beranda kompleks calon lokasi makam keluarga Sri Sultan HB X. Kompleks makam ini merupakan perluasan makam raja-raja Imogiri.

photo
Tim TRC BPBD DIY bersama relawan memasang terpal di area bekas tanah longsor kompleks Makam Raja Mataram, di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (22/3/2019).



 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA