Sabtu 10 Nov 2018 06:01 WIB

Posyandu Bantu Tingkatkan Kesehatan Balita

Program siaga sehat Rumah Zakat membantu mengontrol kesehatan warga.

Posyandu balita bagian dari Program Siaga Sehat Rumah Zakat.
Foto: Rumah Zakat
Posyandu balita bagian dari Program Siaga Sehat Rumah Zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN -- Kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang jarang disyukuri, padahal kesehatan adalah pondasi utama untuk menjalani kehidupan.Mengingat kesehatan sangat penting bagi setiap orang, Rumah Zakat hadir memberikan layanan siaga Posyandu di Desa Berdaya Sahkuda Bayu, Sumatera Utara dengan berbagai program. Di antaranya adalah dengan pemberian makanan tambahan, pemberian vaksin rutin, penimbangan balita, pengobatan untuk lansia, dan berbagai pelatihan serta penyuluhan untuk masyarakat.

Sebelumnya kader Posyandu di desa ini sudah ada, tapi tidak terlalu aktif. "Awalnya kita hanya memberikan pengobatan untuk Lansia. Alhamdulillah, saat ini ada juga program Posyandu untuk ibu dan anak," ujar Suherman, Fasilitator Desa Berdaya Sahkuda Bayu.

Program Siaga Sehat Rumah Zakat di Desa Berdaya Sahkuda Bayu baru hadir sejak tahun 2017. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan warga dan mengontrol kesehatan anak-anak dan Balita melalui kegiatan Posyandu yang rutin diadakan setiap satu bulan sekali.

Menurut Suherman, setelah adanya Program Siaga Sehat yang diinisiasi oleh Rumah Zakat memberikan dampak positif bagi warga. Mulai dari terkontrolnya kesehatan warga, bertambahnya pengetahuan warga melalui pelatihan dan penyuluhan, serta meningkatnya produktivitas kader Posyandu di Desa Berdaya Sahkuda Bayu, Gunung Malela, Simalungun.

"Setelah adanya pembinaan dari Rumah Zakat, kegiatan Posyandu di sini lebih terprogram, jelas, dan terjadwal dengan baik. Sebelumnya, untuk mengumpulkan kader Posyandu saja sangat sulit. Alhamdulillah, bidan di sini juga memberikan apresiasi atas adanya program kesehatan dari Rumah Zakat karena bisa saling bekerjasama," ujar Suherman.

Selain untuk mengontrol kesehatan anak-anak, para orang tua pun diberikan berbagai penyuluhan kesehatan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua mengenai kesehatan gizi bagi anak. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan tingkat kesehatan dan asupan gizi anak-anak di Desa Berdaya Sahkuda Bayu meningkat dan terhindar dari gizi buruk.

"Di desa ini ada beberapa balita yang terkena gizi buruk. Kami bekerja sama dengan pemerintah desa dan bidan untuk mewajibkan pemeriksaan setiap bulannya agar tidak ada yang terkena gizi buruk," tutur Suherman seperti dalam siaran pers.

Setelah ditelusuri, beberapa anak yang terkena gizi buruk tersebut ternyata tidak pernah diperiksakan kesehatannya ke Posyandu, sehingga kesehatan anak tidak terkontrol dengan baik. Selain diberikan berbagai penyuluhan mengenai pola hidup sehat, Suherman juga mengimbau warga untuk mengikuti program pemerintah, yaitu BPJS Kesehatan.

Menurutnya, hal tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat apabila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Sehingga bisa meringankan masyarakat dalam hal pembiayaan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement