Rabu 04 Jul 2018 07:50 WIB

Rumah Zakat Lakukan Assesment Respons Erupsi Gunung Agung

Gunung Agung mengalami beberapa kali erupsi kecil pada Senin (2/7).

Warga mengamati asap yang mengepul dari kawah Gunung Agung di Pos Pemantauan Gunungapi Agung, Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (3/7).
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warga mengamati asap yang mengepul dari kawah Gunung Agung di Pos Pemantauan Gunungapi Agung, Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (3/7).

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGASEM -- Relawan Rumah Zakat berada di lokasi sekitar Gunung Agung. Relawan melakukan assesment untuk menentukan langkah Aksi Siaga Bencana berikutnya.

“Per hari ini, Relawan sudah berada di lokasi untuk melakukan assesment, semoga langkah siaga bencana selanjutnya bisa dilakukan," ujar Andri Murdianto, Crisis Center Rumah Zakat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan Senin (2/7) dari pagi hingga sore hari, Gunung Agung mengalami beberapa kali erupsi kecil dengan tinggi abu vulkanik sekitar 1.000 meter hingga 2.000 meter. Pada Senin malam tiba- tiba masyarakat sekitar Gunung Agung dikejutkan letusan disertai dengan suara ledakan keras disertai dengan lontaran batu pijar.

PVMBG melaporkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada tanggal Senin malam pukul 21:04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 m di atas puncak (sekitar 5.142 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi terjadi secara Strombolian dengan suara dentuman. Erupsi bersifat eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar. Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km.

Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar di beberapa bagian. Lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. Selain itu juga mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar cukup luas.

Masyarakat sekitarnya langsung melakukan evakuasi mandiri. Turun ke desa-desa yang aman. Status Gunung Agung tetap Siaga (level 3) dengan radius berbahaya 4 km dari puncak kawah.

Pantauan satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat. Hingga saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar Bali masih beroperasi normal. Demikian pula bandara di Banyuwangi, Jember dan Lombok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement