Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Musa Cerantonio, Islam Menjawab Semua Pertanyaanku

Jumat 24 May 2019 18:18 WIB

Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Musa datang ke masjid untuk melihat dan kadang belajar shalat.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sejak kecil, Musa Cerantonio percaya akan keberadaan Tuhan. Laki-laki asal Australia ini lahir dari ayah berdarah Italia dan ibu asal Irlandia. Sejak kecil, orang tua telah menuntunnya menjadi seorang Katolik.

Awalnya, dia bangga pada agamanya dan percaya bahwa agama yang dianutnya adalah yang paling benar. “Bagaimana tidak, saat itu jumlah umat Katolik paling banyak di dunia. Jumlah yang banyak tersebut tentu menumbuhkan keyakinan bahwa agama tersebut mengandung kebenaran,” ujarnya. 

Meski bangga pada agama yang dianutnya, tetapi Musa dan keluarganya tidak benar-benar mempraktikkan ajaran Katolik. “Kami tidak datang ke gereja kecuali saat Natal atau ketika ada rekan seagama yang menikah atau meninggal.” 

Musa pun mengecap pendidikan dasar di sekolah Katolik di Melbourne, Australia. Ketika itu, Musa sangat menyukai pelajaran agama. “Ketika bicara soal Injil, tentang nabi-nabi, entah mengapa saya sangat menyukainya,” katanya.

Tetapi, tetap saja kesukaan itu tidak lantas membuat Musa mengaplikasikan ajaran agamanya dengan fasih. Meski demikian, kepercayaan pada agama membuat dia menerapkan batasan dalam hidupnya.

“Saat beranjak remaja saya berhasil menghindar dari tingkah laku buruk yang kerap dilakukan teman-teman seumuran saya. Mereka pergi ke klub, minum-minum, bahkan memakai obat-obatan.” Dia juga tidak berzina dengan perempuan yang dikencaninya. 

 

 

sumber : Oase Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA