Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Belajar Puasa Senin-Kamis, Cara Mualaf Menyambut Ramadhan

Jumat 12 Apr 2019 18:00 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Agung Sasongko

Mualaf

Mualaf

Kebanyakan mualaf belum pernah menjalani puasa Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan selalu ditunggu umat Islam setiap tahun. Pada bulan itu seluruh ibadah yang dilakukan, termasuk puasa, akan dilipatgandakan pahalanya.

Baca Juga

Bagi para mualaf, terutama yang baru akan merasakan puasa pertama kali, momentum Ramadhan semakin spesial. Sejumlah persiapan pun mereka lakukan supaya dapat menjalankan ibadah secara maksimal selama bulan suci tersebut.

"Saya niatin mulai persiapkan dengan belajar puasa Senin-Kamis," ujar Deddy Surya Gunawan kepada Republika. Deddy yang baru bersyahadat sembilan bulan lalu mengaku agak khawatir menyambut Ramadhan. Sebab, dia tidak pernah berpuasa sebelumnya.

Sebenarnya, dia menjelaskan, Katholik juga mengajarkan puasa, yakni puasa pantang. Hanya saja, tidak sampai sebulan penuh dan diperbolehkan minum. Meski begitu, pria yang berprofesi sebagai karyawan restoran tersebut menyatakan sudah siap berpuasa tahun ini. "Teman-teman dan lingkungannya juga sudah mendukung," kata Deddy.

Untuk menyiapkan diri memasuki Ramadhan, Deddy pun semakin giat ke masjid. Setidaknya, Deddy menyempatkan mendengarkan ceramah di Youtube. Ia berharap, pada Ramadhan nanti semakin banyak orang-orang yang banyak mendapat hidayah sepertinya. Dengan begitu, semakin banyak pula yang mengikuti jejaknya menjadi mualaf.

Berbeda dengan Deddy, Graciela Victoria Safira sudah akan menjalankan puasa Ramadhan keempat pada tahun ini. Gadis 16 tahun tersebut sudah memutuskan bersyahadat sejak usia masih belia. Ia bercerita, waktu pertama kali memulai puasa Ramadhan sempat kesulitan menahan haus.

"Kalau makan, sebenarnya aku nggak terlalu suka makan, jadi malah yeee senang gitu," ujar Graciela.

Hanya saja, yang paling berkesan untuknya saat Ramadhan yakni momentum ibadah shalat Tarawih. Alasannya, ketika sudah seharian lelah berpuasa, malamnya bisa berkumpul bersama untuk shalat.

"Ibu aku kan sudah mualaf duluan, jadi suka ikut Tarawih juga meski belum masuk Islam. Walaupun di tahun pertama masih suka malas Tarawih, tapi di tahun kedua sudah mulai giat," katanya menjelaskan.

Kini, perempuan yang tengah menuntut ilmu di Madrasah Aliyah Soebono Mantofani itu senantiasa melancarkan baca Alqurannya. Tujuannya agar bisa mengikuti program khataman Alquran saat Ramadhan secara maksimal.

Dia berharap, para mualaf terutama yang baru akan puasa tahun ini dapat menjalankan ibadah puasanya dengan baik. "Ramadhan ini momen paling seru dan ditunggu karena hanya datang setahun sekali. Mungkin awalnya sulit, tapi lama-kelamaan bisa dinikmati momen indahnya, puasa sehari-hari itu nikmat banget," tutur Graciela.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA