Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Friend King Maduma Tamba Terinspirasi Ahmad Deedad

Rabu 02 Jan 2019 11:30 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Alquran

Foto:
Ia tak sabar untuk bisa membaca Alquran

Tetap Mengimani Islam Pemaksaan untuk pergi ke gereja dan mempelajari Alkitab ketika kecil tak merun tuhkan bangunan keimanan di dalam hati. King tetap yakin bahwa dia Muslim. Sejak kecil dia meyakini Islam sebagai agama yang benar, meski tidak mengerti alasan logisnya.

Setelah duduk di bangku SMP, dia berusaha memberanikan diri untuk kembali menjalankan shalat. Namun, hal itu hanya dilakukannya di sekolah. King dibantu kakak kelasnya belajar menghafal surah pendek (juz amma) dan membenarkan bacaan-bacaan shalat.

Dia juga mulai belajar Iqra. Setiap Jumat King diam-diam membawa baju dan celana panjang. Ketika ketahuan ayahnya, dia beralasan sedang ada acara di seko lahnya dan harus memakai pakaian tersebut.

Hingga suatu saat, keimanannya mulai diuji. Di suatu Jumat, saat itu dia tidak sha lat Jumat di sekolah, King meng gunakan baju koko dan sarung shalat di masjid dekat rumahnya.

Namun, ayahnya yang biasanya pulang kerja di sore hari, di hari itu pulang cepat. Ayahnya mendapati dia yang memakai peci, sarung dan baju koko. Terang saja ayahnya marah besar. Tak tanggung-tanggung dia menjadi target kekerasan.

Keributan itu mengundang tetangga sekitar datang dan melerai keduanya. Dia pun segera membawa baju seadanya, seragam, dan buku-buku pelajaran. Tujuan pertama yang dipikirkannya adalah pergi ke rumah nenek dari ibunya yang tidak jauh dari rumahnya.

Sejak saat itu dia selalu berpindah-pindah. Terkadang tinggal di kontrakan milik ibunya. Saat liburan sekolah, dia pergi ke Purwakarta untuk mengunjungi rumah tante (adik ibu). "Saya pernah ditawari oleh bibi dan paman saya untuk menetap di Purwakarta. Di sana saya bisa lebih tenang mendalami Islam," katanya.

Namun King menolak, dia tidak ingin menjadi beban mereka. Setelah diajak oleh pamannya yang seorang dokter berkhitan, dia memutuskan untuk kembali ke daerah asalnya di Bogor.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA